Ketua Harian KONI Kaltim Buka Turnamen Biliar PWI Kaltim

oleh -265 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS — Ada cara unik Ketua Harian KONI Kalimantan Timur, Nidya Listiyono, atau yang akrab disapa Tio, menggambarkan permainan biliar. Menurutnya, olahraga tersebut memiliki kemiripan dengan politik: bola yang dipukul dari satu titik bisa masuk ke lubang lain sesuai arah dan perhitungan.

Hal itu disampaikan Tio saat menghadiri Turnamen Biliar PWI Kaltim bertajuk “Deadline, Headline, Bola 9” yang digelar di De Ale Biliar, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Jumat (28/8/2026).

“Biliar ini sama seperti permainan politik. Yang dipukul di sini, bisa masuk di sana. Begitulah politik,” ujar Tio disambut suasana hangat peserta dan tamu undangan.

Turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga. Kegiatan yang digelar PWI Kaltim ini juga menjadi ruang silaturahmi antara wartawan dan para mitra, sekaligus membuka peluang untuk menemukan talenta baru di bidang olahraga biliar.

Sebelum pertandingan utama dimulai, kegiatan diawali laga ekshibisi atau persahabatan bola 9. Tio berpasangan dengan Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post, Duito Sastro, menghadapi pasangan Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin dan pemilik De Ale Biliar, Hendra Anggara atau yang akrab disapa Aang.

Pertandingan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Pasangan Duito-Tio akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menundukkan pasangan Abdurrahman-Aang dengan skor 3-1.

Meski berstatus pertandingan persahabatan, laga tersebut menjadi pembuka yang menarik bagi turnamen. Di atas meja biliar, keempatnya menunjukkan permainan dengan suasana kompetitif namun tetap dibalut semangat kebersamaan.

Tio mengatakan KONI Kaltim mendukung kegiatan yang dapat menjadi ruang penjaringan atlet, termasuk dari kalangan wartawan.

Ia berharap dari turnamen tersebut muncul bibit-bibit baru yang memiliki talenta dan kemampuan untuk dikembangkan lebih jauh.

“Harapannya sampai dengan selesai, acaranya berjalan lancar, kemudian memunculkan juara-juara baru, talent-talent baru di tubuh PWI,” katanya.

Menurut Tio, tidak tertutup kemungkinan wartawan yang selama ini menekuni profesi jurnalistik ternyata memiliki kemampuan di bidang olahraga dan dapat dikembangkan menjadi atlet.

Karena itu, ia mendorong adanya penjaringan dan pembinaan bagi peserta yang memiliki potensi. Jika dikembangkan secara serius, bukan tidak mungkin talenta tersebut dapat berkompetisi pada level yang lebih tinggi dan membawa nama Kalimantan Timur hingga Indonesia.

Selain berbicara mengenai olahraga, Tio juga menyinggung peran penting wartawan dalam kehidupan masyarakat. Ia berharap PWI dan insan pers terus menghasilkan berita yang positif, aktual dan faktual serta ikut menjaga masyarakat dari informasi bohong atau hoaks.

“Semoga PWI terus jaya, terus eksis, dan tentu membawa berita-berita positif yang aktual, faktual, bukan hoaks,” ujarnya.

Sosialisasikan Aturan Kompetisi Biliar

Sementara itu, pemilik De Ale Biliar, Hendra Anggara atau Aang, menyampaikan terima kasih kepada PWI Kaltim yang telah memilih tempatnya sebagai lokasi pelaksanaan turnamen.

Menurut Aang, penyelenggaraan kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk ikut memperkenalkan dan menyosialisasikan aturan kompetisi biliar yang sebenarnya kepada masyarakat.

Ia berharap pemahaman mengenai aturan pertandingan semakin baik sehingga olahraga biliar tidak hanya berkembang dari sisi jumlah peminat, tetapi juga memiliki standar kompetisi yang semakin profesional.

Apresiasi untuk Mitra Media

Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post, Duito Sastro, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Duito juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai mitra media yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai event dan kegiatan yang melibatkan insan pers.

Menurutnya, dukungan para mitra menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi dan menjaga hubungan baik antara media dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin berharap turnamen biliar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

Ia berharap “Deadline, Headline, Bola 9” dapat menjadi agenda rutin yang mempertemukan wartawan dengan para mitra PWI dalam suasana yang lebih santai, akrab dan penuh kebersamaan.

Bagi PWI Kaltim, kegiatan olahraga seperti ini menjadi salah satu cara memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi di luar aktivitas jurnalistik sehari-hari.

Turnamen “Deadline, Headline, Bola 9” pun diharapkan menjadi agenda yang berkelanjutan. Tidak hanya sebagai kompetisi dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan bibit-bibit baru olahraga biliar dari kalangan insan pers serta memperkuat kolaborasi antara wartawan dan para mitra di Kalimantan Timur. (fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.