Perluas Syiar Islam, Kajian Fikih Wanita Kaltim Berlanjut di Masjid Nurul Mukminin

oleh -93 views
Kajian rutin bulanan di masjid lingkungan Pemprov Ksltim.

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Kajian Fikih Wanita bersama Ustadzah Hayati Fashiha, Lc., MA kembali digelar di Masjid Nurul Mukminin, lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (28/8/2026).

Mengangkat tema “Sunnah Nabi yang Bikin Hidup Jadi Ringan”, kajian yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut sekaligus menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh muslimah sebagai ruang untuk memperdalam pemahaman keislaman, meneladani sunnah Rasulullah SAW, sekaligus mempererat ukhuwah.

Kajian Fikih Wanita bukanlah kegiatan yang baru dirintis. Majelis ilmu ini berawal dari program kerja Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas PUPR-PERA Provinsi Kalimantan Timur, yang dirintis saat Marliana Firnanda menjabat sebagai Ketua DWP Dinas PUPR-PERA Kaltim.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan di Mushola Amal Bhakti Dinas PUPR-PERA Kaltim sejak periode 2019–2024 dan terus berlanjut hingga Juni 2026. Kehadiran kajian saat itu menjadi salah satu wadah bagi muslimah di lingkungan Dinas PUPR-PERA Kaltim untuk belajar dan memperdalam ilmu agama secara rutin.

Seiring berjalannya waktu, manfaat kajian dirasakan semakin luas dan mendapat respons positif dari jamaah. Antusiasme tersebut kemudian melahirkan gagasan untuk mempertahankan keberlangsungan majelis ilmu sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak muslimah untuk mengikutinya.

Atas semangat memperluas syiar Islam tersebut, pelaksanaan kajian kemudian dipindahkan ke Masjid Nurul Mukminin Pemprov Kaltim, sehingga tidak hanya diikuti kalangan internal DWP Dinas PUPR-PERA Kaltim, tetapi juga muslimah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta masyarakat umum.

“Melihat manfaat dan antusiasme jamaah, kami ingin kajian ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak muslimah. Karena itu, pelaksanaannya dipindahkan ke Masjid Nurul Mukminin agar syiar dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujar Marliana.

Dalam kajiannya, Ustadzah Hayati Fashiha mengajak jamaah untuk tidak sekadar mengenal sunnah Rasulullah SAW, tetapi berusaha menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sunnah Nabi memberikan tuntunan yang dapat membawa ketenangan dan kebaikan dalam menjalani kehidupan.

Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya ketulusan hati, mudah memaafkan, serta tidak berlama-lama menyimpan kemarahan, termasuk dalam hubungan rumah tangga. Sikap tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan dan menghadirkan ketenteraman dalam keluarga.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan, tetapi perlu diwujudkan dengan mempelajari, meneladani, dan mengamalkan sunnah beliau dalam kehidupan.

Kajian Fikih Wanita ini selanjutnya akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Kehadirannya di Masjid Nurul Mukminin diharapkan dapat menjadi majelis ilmu yang semakin terbuka dan memberikan manfaat bagi lebih banyak muslimah.

Dari kegiatan yang semula tumbuh sebagai program kerja DWP Dinas PUPR-PERA Kaltim, Kajian Fikih Wanita kini terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas—menjadi ruang syiar Islam, tempat menambah ilmu, sekaligus wadah mempererat ukhuwah muslimah di Kalimantan Timur. (fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.