Ikuti Kejuaraan Catur Asia Timur, Cherisha Divina Wijaya Sumbang Emas dan Perak

oleh -222 views

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Pecatur muda asal Kalimantan Timur, Cherisha Divina Wijaya, menorehkan prestasi membanggakan di pentas internasional. Cherisha berhasil membawa pulang dua medali sekaligus pada 10th Eastern Asia Youth Chess Championship 2026 yang berlangsung di Hainan, China, 20–30 Agustus 2026.

Cherisha meraih medali emas pada nomor catur kilat (blitz) kategori G-16 dan medali perak pada nomor catur cepat (rapid) kategori G-16. Torehan tersebut menempatkannya sebagai salah satu penyumbang medali bagi kontingen Indonesia dalam kejuaraan catur tingkat Asia Timur tersebut.

Capaian Cherisha menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga catur di Kalimantan Timur. Sebagai pecatur yang berasal dari Benua Etam, prestasi di level internasional menunjukkan potensi atlet muda Kaltim untuk bersaing dengan pecatur dari negara-negara lain.

Ketua Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, mengapresiasi pencapaian Cherisha. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pecatur muda di Kaltim memiliki potensi untuk terus berkembang.

“Prestasi Cherisha tentu menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Timur. Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet muda kita memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional,” kata Reza.

Ia menilai capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan catur secara berkelanjutan, terutama bagi atlet-atlet usia muda.

Menurut Reza, keberhasilan seorang atlet tidak lahir secara instan. Selain kemampuan teknis, pecatur membutuhkan pengalaman bertanding, ketahanan mental dan kesempatan mengikuti kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

“Yang terpenting adalah bagaimana prestasi ini menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Cherisha masih muda dan perjalanan kariernya masih panjang,” ujarnya.

Sekretaris Pengprov Percasi Kaltim, Abdul Hassan, S.Sos., WNP, juga memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi Cherisha di Hainan menjadi modal penting bagi perkembangan kariernya sekaligus memberikan motivasi bagi pecatur muda Kaltim lainnya.

“Prestasi ini tentu sangat positif. Medali emas dan perak di kejuaraan tingkat Asia menunjukkan bahwa atlet muda Kaltim mampu berbicara di level internasional,” kata Abdul Hassan.

Pada kejuaraan tersebut, Cherisha bukan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil meraih medali. Berdasarkan data prestasi kontingen Indonesia, total Indonesia mengoleksi dua medali emas, tiga medali perak dan empat medali perunggu.

Selain Cherisha yang menyumbangkan satu emas dan satu perak, medali emas lainnya diraih Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew pada nomor catur cepat kategori G-12. Sementara medali perak lainnya disumbangkan Banyu Wening Wiguno pada catur standar B-10 dan Clementia Adeline pada catur cepat G-18.

Bagi Percasi Kaltim, prestasi Cherisha menjadi bagian penting dari proses regenerasi atlet catur daerah. Kehadiran pecatur muda yang mampu berprestasi di kompetisi internasional diharapkan dapat memperkuat fondasi pembinaan sekaligus melahirkan lebih banyak atlet Kaltim yang mampu memperkuat Indonesia di ajang internasional.

Dua medali yang dibawa pulang dari Hainan menjadi pencapaian tersendiri bagi Cherisha. Emas dari papan catur kilat dan perak dari catur cepat menjadi bukti bahwa pecatur muda Kaltim mampu bersaing dan mengharumkan nama Indonesia di panggung Asia. (fnd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.