Layanan Air PDAM di Gurimbang Kembali Pulih 24 Jam Usai Sempat Dibatasi Akibat Intrusi Air Laut

oleh -57 views
Pasokan air kini dipastikan kembali stabil setelah pihak manajemen memaksimalkan strategi interkoneksi sistem dan pemantauan kualitas air secara berkala.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dampak musim kemarau yang memicu fenomena intrusi air laut sempat mengganggu operasional pengolahan air bersih Perumda Air Minum Batiwakkal di kawasan Gurimbang. Kendati demikian, pasokan air kini dipastikan kembali stabil setelah pihak manajemen memaksimalkan strategi interkoneksi sistem dan pemantauan kualitas air secara berkala.

Direktur Utama Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengungkapkan bahwa ketiadaan hujan selama beberapa waktu terakhir menyebabkan air laut merembes cukup jauh hingga menyentuh titik intake Gurimbang, sehingga memicu lonjakan kadar salinitas.

“Intrusi air laut ini paling parah sempat menyentuh angka 1.700 ppm. Sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, ambang batas maksimal adalah 300 ppm. Jika melebihi angka tersebut, operasional pengolahan terpaksa kami hentikan demi menjaga kualitas air,” ujar Saipul.

Saipul menjelaskan, akibat kondisi tersebut, durasi operasional intake Gurimbang yang semula berjalan 24 jam sempat disesuaikan menjadi 12 jam sejak 24 Agustus lalu. Mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan, PDAM Batiwakkal menerapkan rekayasa teknis dengan menginterkoneksikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari wilayah Sambaliung.

“Kami melakukan interkoneksi sistem melalui mekanisme buka-tutup katup agar pasokan air dapat saling mengisi dan menutupi kekurangan distribusi dari Gurimbang,” terangnya.

Selama periode operasional terbatas, kebutuhan air warga Gurimbang tetap aman dan terkendali. Kesiapan warga yang mayoritas memiliki penampungan air mandiri (tandon), ditambah imbauan intensif dari Kepala Kampung setempat, membuat masyarakat dapat menyesuaikan jadwal pengaliran tanpa memicu keluhan.

Saipul menambahkan, dalam dua hari terakhir kualitas air baku di intake Gurimbang telah membaik, sehingga operasional pengolahan resmi beroperasi penuh kembali 24 jam. Petugas di lapangan rutin melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala setiap satu jam sekali, sekaligus memastikan pasokan di intake Rinding tetap aman dari potensi kekeringan.

“Kami berharap hujan segera turun, khususnya di area hulu, agar debit air sungai dapat menekan dan mengalirkan kembali air asin ke laut,” tambah Saipul.

Pihak Perumda Air Minum Batiwakkal juga mengimbau seluruh pelanggan agar tetap bijak serta efisien dalam memanfaatkan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

“Kami meminta masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Kegiatan yang menyerap banyak air dan dapat ditunda seperti mencuci kendaraan atau menyiram jalan sebaiknya dibatasi. Penggunaan air berlebihan dikhawatirkan akan merugikan pelanggan lain, terutama yang berada di titik ujung jaringan distribusi,” pungkasnya.

(adv/perumda26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.