Karhutla Berau: Asap Makin Pekat, BDR Mulai Disiapkan

oleh -112 views
Kepala Pelaksana BPBD Berau, H. Masyhadi Muhdi. foto dok Diskominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memaparkan situasi terkini bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Per Kamis (3/9/2026), jarak pandang di Kabupaten Berau menyusut hingga berkisar 1,2 sampai 6 kilometer akibat kabut asap.

Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, menyebut kabut asap pekat ini murni berasal dari titik api lokal. Wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Pulau Derawan dan Tabalar. Di Tabalar, kobaran api bahkan sempat mendekati permukiman warga dan kantor kecamatan. Titik api lain juga tersebar di Sambaliung, Kelay, dan Segah.

“Kabut asap yang menyelimuti Berau diduga kuat berasal dari kebakaran di dalam wilayah kita sendiri, bukan kiriman luar daerah,” ujar Masyhadi.

Satgas karhutla mencatat ada 452 titik panas (hotspot), dengan 21 titik berpotensi kuat menjadi area kebakaran aktif. Mayoritas lahan yang terbakar merupakan tanah kering dan gambut yang dipicu aktivitas pembukaan lahan secara membakar.

Kendal Utama Pemadaman Lapangan:

Akses Sulit: Posisi titik api jauh dari jangkauan kendaraan pemadam.

Minim Air: Sumber air di sekitar area terbakar sangat terbatas.

Personel Tersebar: Banyaknya titik api yang muncul bersamaan membuat armada dan petugas kewalahan.

Pemkab Berau telah mengajukan bantuan water bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ke BNPB. Kendati rekayasa cuaca sudah berjalan lima hari, hujan belum turun secara optimal. Sementara bantuan helikopter penyiram air masih mengantre jadwal pusat.

Mengantisipasi dampak kesehatan, pemerintah daerah mulai menyusun skema Belajar Dari Rumah (BDR) bagi para siswa jika kualitas udara memburuk. Masker juga mulai dibagikan hingga ke tingkat kampung.

Masyarakat dan pihak perusahaan diimbau berhenti membakar lahan serta aktif berpatroli. Warga yang melihat titik api baru diminta segera melapor ke call center BPBD Berau. Selain karhutla, ancaman kekeringan lahan pertanian kini mulai membayangi kawasan Labanan.(

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.