Demam Kelangkaan BBM, GMS Berau Tuntut Data Distribusi Dibuka

oleh -199 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sipil (GMS) Berau mendatangi Kantor Bupati Berau pada Senin (7/9/2026). Unjuk rasa tersebut digelar guna menyuarakan keresahan warga terkait krisis dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkepanjangan di daerah tersebut.

Aksi ini ditujukan untuk menuntut transparansi dan menelusuri akar persoalan utama kekosongan BBM harian masyarakat, bukan sekadar mencari pihak yang disalahkan.

Perwakilan GMS Berau, Rahmat Aditya, menilai polemik kelangkaan BBM selama ini hanya diwarnai saling tuduh antara pengecer hingga pemerintah tanpa adanya pembukaan data yang valid kepada publik.

“Hari ini sudah cukup jelas dari surat yang kami masukkan ke DPRD dan seruan melalui media sosial. Kami ingin melihat sebenarnya di mana letak masalahnya. Selama ini isu yang berkembang selalu menjadi bola panas dan saling menyalahkan, sementara kita belum memiliki data yang valid,” ujar Rahmat.

Gerakan Masyarakat Sipil (GMS) Berau mendatangi Kantor Bupati Berau pada Senin (7/9/2026). foto dok

Rahmat merujuk pada regulasi BPH Migas yang mengatur alur distribusi BBM secara terstruktur, mulai dari pasokan awal, pengiriman ke penyalur, hingga masuk ke SPBU dan konsumen akhir. Atas dasar tersebut, massa mempertanyakan titik krusial yang menyebabkan kekosongan pasokan terus berulang.

Beberapa poin utama yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi:

Penelusuran Alur Distribusi: Mengupas tuntas titik sumbatan pasokan BBM dari hulu hingga hilir sesuai ketentuan BPH Migas.

Kritik Kendala Distribusi: Menyoroti kejanggalan dugaan hambatan pasokan, di mana BBM subsidi warga mengalami kelangkaan sementara pasokan sektor industri tetap berjalan lancar.

Tuntutan Transparansi Data: Mendesak Pemkab Berau, Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas membuka data alur distribusi secara terbuka kepada masyarakat.

“Tugas kami hari ini adalah menyampaikan keresahan masyarakat sekaligus mengupas tuntas akar permasalahan. Kami hadir meminta pertanggungjawaban dan data distribusi dari atas sampai ke bawah agar transparan, sehingga masyarakat bisa melihat dan ikut mengawasi,” tegas Rahmat.

(si/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.