Lawan Karhutla, Pemkab Berau Ultimatum Perusahaan Jaga Lahan!

oleh -266 views
Rapat koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemegang izin, Senin (7/9/2026). Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rakor secara daring dari Ruang Teleconference Diskominfo Berau. foto dok Diskominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan pemerintah pusat, aparat penegak hukum, serta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) dan perizinan berusaha pemanfaatan lahan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemegang izin, Senin (7/9/2026). Wakil Bupati Berau Gamalis mengikuti rakor secara daring dari Ruang Teleconference Diskominfo Berau.

Rakor membahas perkembangan karhutla, kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem, hingga penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026. Hingga 6 September 2026, tercatat 300 laporan polisi (LP) terkait perkara karhutla yang ditangani jajaran kepolisian.

Selain penegakan hukum, pembahasan mencakup ketentuan kearifan lokal mengenai pembukaan lahan untuk kegiatan perladangan masyarakat.

Menanggapi hasil rakor, Wabup Berau Gamalis menegaskan bahwa pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, aparat, dan masyarakat.

“Kita tunjukkan bahwa kita bersama-sama bertanggung jawab. Pertama, kita belum melewati puncak El Nino dan kondisinya masih cukup panjang. Kedua, kebakaran terjadi di lahan yang ada pemiliknya. Ketiga, aturan sudah lengkap, tinggal dipatuhi dan ditegakkan secara konsisten,” tegasnya.

Menurut Gamalis, kondisi kemarau yang masih berlangsung menuntut seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan. Perusahaan pemegang HGU maupun izin pemanfaatan lahan diminta memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pemadaman di wilayah kerja masing-masing.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan berkala dan pengelolaan lahan yang bertanggung jawab agar potensi api dapat diantisipasi sejak awal.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi kebakaran. Pencegahan harus dilakukan sejak awal, termasuk memastikan lahan yang dikelola benar-benar diawasi dan seluruh ketentuan dipatuhi. Kalau semua pihak menjalankan tanggung jawabnya, potensi kebakaran dapat kita tekan,” ujarnya.

Pemkab Berau akan menindaklanjuti arahan rakor melalui penguatan koordinasi lintas sektor guna memperkuat penanganan karhutla di tengah kondisi cuaca kering.

“Intinya, kita harus menunjukkan bahwa semua pihak bertanggung jawab. Aturan sudah ada, tinggal bagaimana kita patuhi dan tegakkan secara konsisten,” pungkas Gamalis.

(adv/pem26*/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.