Redam Kelangkaan BBM, Bupati Sri Juniarsih Sidak SPBU dan Perketat Sistem Barcode

oleh -135 views
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas turun langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Rabu (9/9/2026). Peninjauan difokuskan pada SPBU Jalan SM Bayanuddin Sambaliung dan SPBU Jalan HARM Ayoeb Tanjung Redeb. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Guna memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) tepat sasaran dan meredam gejolak krisis energi, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas turun langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Rabu (9/9/2026). Peninjauan difokuskan pada SPBU Jalan SM Bayanuddin Sambaliung dan SPBU Jalan HARM Ayoeb Tanjung Redeb.

Dalam sidak tersebut, Bupati mengecek langsung alur antrean, mekanisme pengisian, hingga penerapan kewajiban barcode bagi kendaraan roda empat maupun roda dua bertangki besar (20–25 liter) guna mencegah pengisian berulang.

Ia menegaskan, Pemkab Berau terus mengusulkan penambahan kuota ke pemerintah pusat. Namun, upaya tersebut tidak akan maksimal jika kendala di lapangan, seperti aksi spekulasi oknum pengetap yang diduga bermain dengan operator SPBU, tidak dibenahi.

“Berapa pun kuota yang diberikan akan selalu kurang jika praktik pengetapan masih terjadi. Yang paling mendesak saat ini adalah meminimalisasi pengetap dan memastikan pelayanan BBM terbagi secara merata kepada seluruh masyarakat,” tegas Sri Juniarsih.


Guna mengurai benang kusut kelangkaan BBM di lapangan, Pemkab Berau menetapkan sejumlah langkah krusial:

Penerapan Barcode Resmi: Memperketat mekanisme verifikasi barcode kendaraan serta mengusut indikasi penggunaan banyak barcode oleh oknum tertentu pada satu kendaraan yang sama.

Pengawasan Personel Gabungan: Menyiagakan personel dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan di area SPBU guna mengawal ketertiban antrean dan mencegah praktik kecurangan.

Pengawasan Ketat Operator SPBU: Mengawasi secara menyeluruh kinerja operator SPBU guna mengantisipasi adanya kerja sama atau pemberian imbalan dari oknum pengetap.

Di sela-sela peninjauan, Bupati turut mengetuk kepedulian masyarakat agar membeli bahan bakar sesuai kebutuhan wajar demi menjaga keadilan distribusi di tengah masa sulit.

“Dalam keadaan seperti ini, kita harus sama-sama berempati. Apalagi dengan kondisi kelangkaan BBM. Gunakan BBM sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kalau kita sama-sama membeli sesuai kebutuhan, distribusinya bisa lebih merata dan masyarakat lainnya juga mendapatkan kesempatan,” imbaunya.

Melalui langkah tegas dan pengawasan lintas sektor yang berkelanjutan ini, Pemkab Berau berharap dapat mencegah penyimpangan distribusi sehingga seluruh masyarakat Berau mendapatkan hak pelayanan energi secara adil.

(adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.