Jaga Kelestarian Budaya Lewat Tradisi Adat Baturunan Parau

oleh -55 views
Wabup Berau, Gamalis bersama Kesultanan Gunung Tabur, Pemerintah Kampung dan masyarakat menurunkan Perahu ke Sungai. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Pemerintah Kabupaten Berau memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya tradisi adat Baturunan Parau. Kegiatan budaya ini digelar di Tepian Gunung Tabur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan sakral dan meriah tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Berau Gamalis, Sultan Gunung Tabur Adji Raden Muhammad Bakhrun, Sultan Sambaliung Datu Amir, Wakil Ketua II DPRD Berau, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, jajaran Forkopimda, para pemangku kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Musim Kemarau dan Kabut Asap
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa perayaan hari jadi tahun ini berlangsung di tengah tantangan alam. Wilayah Kabupaten Berau tengah diuji oleh musim kemarau panjang, peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap yang berdampak pada kualitas udara.

“Saat ini, Kabupaten Berau sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan, serta munculnya kabut asap di sejumlah wilayah. Kualitas udara kita juga belum menunjukkan status sehat, sehingga menjadikan dilema pada rencana berbagai kegiatan khususnya yang dilaksanakan di luar ruangan,” ungkap Gamalis.

Kendati demikian, momentum peringatan hari jadi ini tetap diisi dengan semangat pelestarian budaya yang sarat akan makna kebersamaan.Makna Strategis dan Potensi Pariwisata OtentikWabup Gamalis menekankan bahwa tradisi Baturunan Parau menyimpan nilai strategis yang mendalam, mulai dari semangat gotong-royong, sarana mempererat silaturahmi, hingga potensi besar sebagai daya tarik pariwisata otentik.

Warisan Leluhur Suku Banua: Menggambarkan filosofi hidup saling tolong-menolong yang diwariskan secara turun-temurun oleh Suku Banua (Banua bahari).
Perekat Ikatan Sosial: Menjadi wadah memperkuat silaturahmi antarwarga dan elemen masyarakat di Bumi Batiwakkal.
Daya Tarik Wisata: Menjadi agenda kebudayaan otentik yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memikat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Apresiasi khusus turut disampaikan kepada para tokoh adat dan masyarakat Gunung Tabur yang konsisten merawat warisan budaya tersebut.
Gamalis berpesan agar nilai-nilai luhur ini terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh zaman.

Simbol Kebersamaan di Sungai Segah
Baturunan Parau (kegiatan menurunkan perahu) merupakan kalender event tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Kesultanan Gunung Tabur.

Prosesi ini selalu dinanti masyarakat sebagai simbol kebersamaan.Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan doa oleh sesepuh adat menggunakan kearifan lokal.

Setelah prosesi ritual selesai, perahu seberat kurang lebih 300 kilogram tersebut diangkat bersama-sama dalam satu komando untuk kemudian diturunkan ke Sungai Segah.Usai perahu menyentuh air Sungai Segah, puluhan warga yang ikut mengangkat langsung bersiap mendayung perahu menyusuri sungai.

Aksi ini menampilkan potret nyata kekompakan, keikhlasan, dan semangat gotong-royong masyarakat Berau.Menutup rangkaian kegiatan, Wabup Gamalis mengajak seluruh warga untuk terus berkontribusi nyata demi mewujudkan Kabupaten Berau yang SANGGAM (Sehat, Anggun, Gairah, Aman, dan Manusiawi), serta senantiasa bersatu menjaga keharmonisan di tengah dinamika perkembangan zaman.

(adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.