Disbudpar Berau: Tradisi Baturunan Parau Fondasi Wisata Berbasis Budaya

oleh -142 views
Baturunan Parau di Gunung Tabur

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk melestarikan adat istiadat lokal. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap tradisi Baturunan Parau (menurunkan perahu) yang digelar di halaman Museum Batiwakal, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menyatakan bahwa tradisi Baturunan Parau memiliki makna mendalam yang melampaui sekadar prosesi memindahkan perahu ke perairan. Tradisi ini sarat dengan nilai sosial, semangat gotong royong, kearifan lokal, serta simbol penghormatan masyarakat terhadap lingkungan perairan.

“Tradisi ini adalah bagian dari kekayaan budaya daerah yang wajib kita jaga bersama. Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tugas bersama, terutama masyarakat sebagai pemilik dan pelaku budaya itu sendiri,” ujar Yudha.

Ia menilai, di tengah arus modernisasi, pelaksanaan tradisi leluhur ini menjadi sarana krusial untuk mengedukasi generasi muda. Langkah tersebut penting agar generasi penerus tidak kehilangan akar sejarah dan ikatan emosional dengan warisan budaya mereka.

Lebih lanjut, Disbudpar Berau secara konsisten mendorong agar berbagai agenda kebudayaan lokal dikemas secara positif. Tradisi adat seperti Baturunan Parau dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya (cultural tourism).

Meski demikian, Yudha mengingatkan agar pengembangan pariwisata tidak mengorbankan kesakralan tradisi. Setiap prosesi harus tetap berpegang teguh pada pakem dan nilai adat yang berlaku.

“Pengembangan tradisi harus tetap memegang teguh pakem atau nilai-nilai adat yang ada. Faktor keselamatan, kelestarian lingkungan, serta norma masyarakat harus tetap dijaga. Dengan begitu, budaya tetap hidup dan relevan, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi serta sosial, dan lingkungan pun tetap terawat,” pungkasnya.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.