Gempuran Gadget Jadi Tantangan, Pemkab Berau Minta Sekolah Kenalkan Olahraga Tradisional

oleh -34 views
Lomba olahraga tradisional . foto dok

TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau Gsecara resmi menutup Lomba Olahraga Tradisional Kabupaten Berau Tahun 2026. Ajang yang dihelat untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb ini sukses menjadi wadah pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Penutupan kegiatan tersebut dihadiri sekaligus diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Berau, Andi Marawangeng, atas nama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi panitia pelaksana serta seluruh peserta yang berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara ini.

Selain meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat, ajang perlombaan ini dinilai berhasil mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan antarwarga.

Andi memaparkan bahwa berbagai cabang olahraga tradisional yang dilombakan—seperti hadang, sumpit, engrang, dan panahan—memiliki peran strategis dalam merawat identitas daerah. Namun, ia juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi saat ini akibat pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi permainan online di kalangan anak muda.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Berau, Andi Marawangeng,

“Besar harapan kita agar permainan tradisional ini tidak hanya hadir saat gelaran lomba saja, tetapi tetap dikenal dan dimainkan oleh masyarakat luas di masa depan. Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua di tengah era digital,” ujarnya.

Menyikapi tantangan tersebut, Pemkab Berau meminta jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mengambil langkah konkret. Dispora diajak memperkuat sinergi dengan para guru olahraga di sekolah-sekolah agar olahraga tradisional dapat diperkenalkan dan diajarkan langsung kepada para siswa.

Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai (gadget), sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya leluhur sejak usia dini.

“Selamat kepada para pemenang. Teruslah mengasah kemampuan dan melestarikan permainan tradisional ini agar tetap lestari serta memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.

(adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.