Kerajinan Rotan Berau Tembus Belanda, DPMK Siapkan Strategi Rantai Pasok

oleh -2,294 views
Salah satu kerajinan yanga di eksport. foto dok

TANJUNG REDEB — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh perajin lokal Kabupaten Berau. Produk kerajinan rotan hasil karya warga Kampung Teluk Sumbang sukses menembus pasar internasional dan resmi diekspor hingga ke Belanda.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di tingkat kampung. Pot bunga rotan dan berbagai produk dekoratif buatan perajin lokal terbukti mampu memikat hati konsumen di Benua Eropa.

Kendati demikian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengingatkan bahwa pencapaian global ini membawa tantangan baru, terutama dalam hal menjaga konsistensi pasokan dan ketersediaan bahan baku.

“Ketika sudah ada perjanjian kerja sama atau kontrak dengan pihak luar, pasokan bahan baku tidak boleh terganggu. Sekali suplai terhenti, hal itu bisa memutus kontrak yang sudah disepakati. Ini yang sangat kita jaga,” tegas Tenteram.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan bahan baku—mengingat sebagian besar pasokan masih mengandalkan hasil hutan—DPMK Berau menerapkan strategi pembagian peran antarwilayah melalui pemetaan terpadu.

Strategi ini membagi wilayah sentra kerajinan ke dalam dua klaster utama:

Pusat Hilirisasi: Kampung Teluk Sumbang ditetapkan sebagai pusat pengolahan utama yang memproduksi aneka kerajinan akhir, mulai dari perabotan hingga produk dekoratif siap ekspor.

Sentra Pemasok Bahan Baku: Wilayah seperti Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah didorong untuk fokus menjadi penyuplai utama ketersediaan material rotan bagi perajin di pusat hilirisasi.

“Tidak bisa dipaksakan semua kampung melakukan hilirisasi sampai produk akhir. Harus ada pembagian peran yang jelas agar rantai pasok tetap terjaga dan berkesinambungan,” jelas Tenteram.

Selain memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir, DPMK Berau juga terus mendorong para perajin lokal agar tidak berhenti berinovasi. Salah satu langkah strategis yang terbukti mendongkrak nilai jual adalah kreativitas memadukan anyaman rotan dengan material kulit, sehingga menghasilkan produk bernilai estetika tinggi yang sesuai dengan selera pasar modern global.

Melalui sinergi yang solid antara kampung penyedia bahan baku dan kampung pusat pengolahan, Pemkab Berau optimis industri kerajinan rotan lokal tidak hanya mampu bertahan di panggung internasional, tetapi juga memperluas jangkauan ekspor ke lebih banyak negara di dunia.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.