Pemkab Berau dan Pertamina Ambil Langkah Tegas Urai Antrean Panjang di SPBU

oleh -427 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Mengantisipasi kembalinya antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, Pemerintah Kabupaten Berau bergerak cepat. Pemkab Berau bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan peninjauan lapangan sekaligus evaluasi ketat terkait stok dan pola distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jalan H.M. Bayanuddin, Sambaliung, Rabu (23/9/2026).

Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, menegaskan bahwa fenomena antrean kendaraan yang kembali memanjang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pihaknya berkomitmen mengurai akar permasalahan guna merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

“Ketika melihat adanya kembalinya antrean yang relatif cukup panjang, ini tentu menjadi perhatian bagi kita semua untuk kembali melihat dan mencari apa masalahnya, menganalisis, serta menentukan solusi yang harus dilakukan,” ujar Gamalis.

Wabup mengungkapkan, salah satu poin krusial yang disoroti adalah manajemen distribusi di tingkat operator SPBU yang menjadi ujung tombak penyaluran di lapangan. Untuk memastikan proses ini berjalan tertib dan tepat sasaran, Pemkab Berau mengerahkan tim pengawas khusus dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).


Stok BBM Dipastikan Aman

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kaltimtara PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus Prabowo, mengimbau masyarakat agar tidak panik (panic buying). Ia memastikan pasokan dan stok BBM untuk wilayah Kabupaten Berau saat ini dalam kondisi aman.

Guna menjaga keandalan pasokan, Pertamina bahkan telah memperkuat jalur pengiriman dengan mendatangkan suplai tambahan dari Tarakan, di samping pasokan rutin dari Balikpapan.

Berdasarkan data Pertamina:

Stok Pertalite: Berada di posisi sekitar 2.700 kiloliter (KL). Penyaluran rata-rata untuk wilayah Tanjung Redeb mencapai 100–116 KL per hari, sementara total Kabupaten Berau berada di angka 180–200 KL per hari.

Stok Pertamax: Penyaluran di Tanjung Redeb rata-rata mencapai 70 KL per hari.

Stok Solar: Terbilang sangat aman di angka 3.700 KL, yang dipastikan mencukupi kebutuhan hingga 5–7 hari ke depan sambil menunggu jadwal kedatangan kapal pengangkut berikutnya pada 27 September mendatang.

Sebagai langkah pengamanan distribusi lanjutan, Pertamina turut menggandeng media dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal penerapan sistem barcode pada setiap transaksi pembelian BBM, serta memastikan pengawasan operator di lapangan berjalan optimal guna mencegah penyalahgunaan.

(Adv/pem26*/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.