Anak Muda Berau Kian Berbakat di Dunia Seni, Seniman Senior Safrudin Ithur: Gawai Bukan Halangan!

oleh -19 views
Syafrudin Ithur

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Geliat seni dan budaya di Kabupaten Berau kini menunjukkan tren yang kian membanggakan. Di tengah arus modernisasi dan kekhawatiran kecanduan gawai di kalangan remaja, generasi muda Berau justru membuktikan taringnya melalui karya seni yang kreatif dan produktif.

Hal tersebut diungkapkan oleh seniman senior Berau, Safrudin Ithur, usai menghadiri ajang bergengsi Darma Festival Teater ke-5 (Festival Teater Pelajar SMP & SMA Sederajat se-Kaltimtara 2026) yang dihelat di Gedung Busak Malur, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Jumat (25/9/2026).

Menurut Safrudin, kreativitas dan inovasi anak muda Berau saat ini sudah melampaui ekspektasi. Hal ini dibuktikan dari tingginya partisipasi sekolah lokal dalam festival teater tersebut.

“Dari 13 kelompok teater yang tampil, 11 di antaranya murni berasal dari Berau dan hanya dua dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa meski secara geografis jauh dari ibu kota provinsi, ekosistem seni di Berau adalah salah satu yang terbaik dan paling hidup,” ujar Safrudin antusias. Ia bahkan berharap ke depan cakupan festival ini bisa diperluas hingga melibatkan wilayah tetangga seperti Bulungan dan Kaltara.


Gawai Bukan Ancaman, Asalkan Ada Pembimbing

Menanggapi kekhawatiran banyak pihak mengenai dampak negatif gawai (gadget) bagi anak muda, Safrudin memiliki pandangan optimis. Menurutnya, gawai bukanlah ancaman besar selama ada bimbingan dan wadah yang tepat. Dengan arahan yang konsisten, para remaja justru mampu menyalurkan energinya ke hal-hal positif.

Oleh karena itu, kehadiran para senior dan pendamping menjadi kunci utama. “Yang terpenting ada yang mau menuntun. Meski kami sudah senior, kami akan selalu hadir di setiap kegiatan untuk memberikan motivasi dan ruang bagi mereka,” tegasnya.

Pegang Teguh Prinsip “Di Mana Bumi Dipijak”
Menyinggung soal masuknya pengaruh budaya luar, Safrudin menganggap hal tersebut sebagai dinamika yang wajar untuk memperkaya khazanah seni. Namun, ia mengingatkan agar identitas asli kebudayaan Berau tidak luntur.

Syafruddin, menyampaikan filosofi kuat bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Bumi Batiwakkal: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Begitu tinggal di Berau, Anda adalah bagian dari Berau. Budaya luar kita hormati, tetapi budaya asli wajib kita pertahankan demi kemajuan bersama.”

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.