Pemkab Berau Ajak Universitas Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Riset Lingkungan dan Geopark

oleh -64 views
pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) Periode 2026–2030, Nahwani Fadelan. foto dok

TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menghadiri pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) Periode 2026–2030, Nahwani Fadelan. Dalam momentum tersebut, Pemkab Berau mengajak pihak kampus untuk memperkuat sinergi strategis, khususnya dalam pengembangan riset berbasis potensi lokal dan mitigasi bencana.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Berau, Andi Marawangeng, yang hadir mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Andi menyampaikan apresiasi tinggi sekaligus harapan besar agar UMB mampu melahirkan inovasi demi kemajuan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Berau mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya rektor baru. Pemkab berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh integritas, inovasi, dan keberkahan demi mewujudkan visi Kabupaten Berau yang maju dan berkelanjutan,” ujar Andi, Selasa (29/9/2026).

Andi menegaskan, UMB merupakan aset penting daerah yang berperan besar dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Saat ini, UMB mengelola tujuh program studi, yakni Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Bisnis Digital, Observasi Biologi, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari peran kampus yang unggul,” imbuhnya.

Tiga Poin Strategis untuk UMB
Dalam kesempatan itu, Pemkab Berau menyampaikan tiga poin penting kepada pihak kampus, yakni peningkatan kualitas akademik dan akreditasi, penguatan sinergi kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta peningkatan riset dan pengabdian masyarakat berbasis potensi lokal.

UMB diharapkan agar terus meningkatkan mutu pendidikan sehingga menjadi pilihan utama bagi pemuda-pemudi Berau untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus keluar daerah. Selain itu, kampus diminta untuk menentukan branding utama yang menjadi ciri khas dan keunggulan institusi.

Pemkab juga membuka pintu seluas-luasnya bagi UMB untuk menjalin kerja sama melalui program beasiswa, penempatan magang mahasiswa di berbagai Perangkat Daerah (OPD), hingga riset bersama lewat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Fokus Riset Geopark dan Pelestarian Batuan Purba
Lebih lanjut, UMB diharapkan dapat memperkuat riset di bidang keanekaragaman hayati, ekowisata, ekonomi kreatif, hingga pengembangan Geopark. Saat ini, Pemkab Berau tengah gencar memperjuangkan Geopark Nasional, dengan salah satu fokus utama berada di kawasan Tanjung Sinondok, Kampung Teluk Sumbang.

Andi mengungkapkan, hasil penelitian awal menunjukkan adanya temuan batuan purba berusia sekitar 4.000 tahun di kawasan tersebut. Pemkab menilai riset mendalam bersama akademisi UMB sangat krusial untuk melahirkan rekomendasi kebijakan pelestarian.

Langkah ini dinilai penting agar batuan tersebut tidak dieksploitasi secara masif sebagai bahan baku semen. Mengenging industri semen memiliki dampak lingkungan yang tinggi —di mana produksi satu ton semen menghasilkan satu ton limbah pencemaran udara— kajian ilmiah dari UMB diharapkan mampu memperkuat pengajuan kawasan tersebut sebagai Geopark Nasional Indonesia.


Penguatan Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata

Selain isu lingkungan dan geopark, Pemkab Berau juga mengajak UMB untuk berkontribusi dalam kajian mitigasi bencana. Wilayah Berau diketahui memiliki kekayaan geologi luar biasa berupa bentangan batuan hingga jajaran karst Sangkulirang.

Kendati demikian, kondisi geologi tersebut juga menyimpan potensi kerawanan bencana karena letak geografis Berau yang diapit oleh empat lempeng aktif, yakni Lempeng Mangkalihat, Palung Berau, Lempeng Maratua, dan Lempeng Semporna. Pergerakan aktif pada Lempeng Palung Berau dan Mangkalihat menuntut kewaspadaan bersama, khususnya di kawasan-kawasan wisata.

“Pemkab Berau berharap akademisi UMB dapat mengkaji serta mengeluarkan rekomendasi teknis terkait penyediaan sheltering area (area penyelamatan diri) di seluruh kawasan destinasi wisata Berau, demi menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan,” pungkas Andi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.