Upaya Diskan Berau Jaga Stabilitas Harga dan Tekan Inflasi Lewat Gerakan Pasar Ikan Murah

oleh -63 views
Pasar ikan murah di TPI Sambaliung, Sabtu pagi (10/10/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan angka inflasi daerah dan stunting. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni melalui penyelenggaraan Gerakan Pasar Ikan Murah yang berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Perum Bulog.

Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Budidaya, Budiono, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut memberikan dampak langsung yang sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam mendapatkan bahan pokok dan komoditas perikanan dengan harga terjangkau.

“Alhamdulillah, ini langkah nyata dalam pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi Dinas Perikanan, Dinas Pangan, dan Bulog. Kehadiran pasar murah ini sangat membantu masyarakat,” ujar Budiono, Sabtu (10/10/2026).

Ia mengatakan, antusiasme warga terlihat cukup tinggi sejak pasar murah dibuka pukul 07.00 WITA. Salah satu komoditas yang paling diminati adalah ikan layang. Budiono menjelaskan, jika di pasar konvensional harganya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, pada kegiatan ini ikan tersebut dijual seharga Rp12.500 per kilogram.

Selain ikan, Budiono menambahkan bahwa Bulog turut menyediakan beras premium, beras SPHP, gula pasir, serta telur ayam dengan kisaran harga Rp53.000 hingga Rp63.000 per piring sesuai ukuran.

Dalam menjaga minat dan kunjungan masyarakat pada setiap gelaran pasar murah bulanan, Diskan Berau telah menyiapkan sejumlah strategi inovatif. Strategi tersebut meliputi menggandeng pelaku UMKM serta berkolaborasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk memetakan momentum fluktuasi harga ikan di pasaran.

“Kami akan melihat waktu-waktu tertentu saat harga ikan melonjak, di situlah pasar murah dihadirkan untuk menyeimbangkan harga,” terangnya.

Meski menawarkan harga yang lebih murah, Diskan memastikan keberadaan pasar murah tidak akan merugikan pedagang di pasar tradisional. Pasokan ikan yang disediakan hanya berkisar antara 2 hingga 3 ton per kegiatan, atau sekitar 10 hingga 20 persen dari total kebutuhan masyarakat di Tanjung Redeb yang mencapai 6 hingga 7 ton per hari.

“Kami hanya mengambil peran sebagian kecil untuk intervensi harga, sehingga porsi terbesar tetap diisi oleh pasar tradisional. Pasokan tetap seimbang dan stabilitas ekonomi terjaga,” tambahnya.

Meski demikian, Budiono menerangkan bahwa pasokan ikan laut seringkali turut dipengaruhi oleh faktor cuaca dan siklus bulan terang. Namun, untuk menjaga keberlanjutan pasar murah, pasokan didukung oleh hasil perikanan budidaya air tawar seperti ikan patin dan nila.

Bahkan, ketika produksi nelayan melimpah pada musim bulan gelap, pelaksanaan pasar murah dapat ditingkatkan intensitasnya dari satu kali menjadi dua kali dalam sebulan di lokasi yang berbeda, seperti yang telah dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu dan TPI Sambaliung.

Budiono juga menuturkan, untuk memastikan informasi sampai ke masyarakat luas, Diskan Berau mengoptimalkan publikasi melalui media sosial resmi dinas, saluran publikasi Diskominfo, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), hingga jejaring grup WhatsApp tingkat RT.

Melalui upaya terpadu ini, Diskan Berau berharap masyarakat dapat terus menikmati komoditas pangan dan ikan berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung program penanganan stunting dan pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.