Kecamatan Tanjung Redeb Buktikan Pilah Sampah Nggak Pakai Ribet, Dimulai dari Rumah Pak Camat!

oleh -26 views
Camat Tanjung Redeb, Ahmad Juhri. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB — Sadar kalau isu lingkungan bukan cuma wacana, Pemerintah Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, langsung gerak cepat. Lewat inovasi pemilahan sampah mandiri, mereka membuktikan bahwa zero waste itu bisa dimulai dari hal-hal kecil di rumah. Kerennya lagi, gerakan ini tidak cuma diimbau ke warga, tapi dipraktikkan duluan oleh para pemimpinnya!

Hal ini diungkapkan Camat Tanjung Redeb, Ahmad Juhri, pada perayaan Hari Jadi Kelurahan Karang Ambun, Minggu (11/10/2026) kemarin.

Menurut Ahmad, inisiatif ini sudah berjalan selama tiga bulan di lingkup internal pegawai kecamatan dan kelurahan. Alasannya simpel tapi menohok: nggak afdol kalau nyuruh warga peduli lingkungan kalau pemimpinnya sendiri mager.

“Pemilahan sampah ini kita awali dari rumah pimpinan dulu. Saya dan para lurah sudah menerapkannya di rumah masing-masing. Kita tentu malu mengajak masyarakat atau pihak kelurahan kalau kita sendiri belum memberi contoh,” ungkap Ahmad santai.


Pilah Sampah Level Pro: Dari Organik Hewani Sampai Wadah Ember Bekas

Biar tidak asal pilah, kategorinya pun dibuat detail tapi tetap aplikatif. Sampah organik dibagi jadi dua, yaitu organik hewani dan nabati, disusul dengan kategori non-organik.

Gerakan ini anti-ribet dan ramah dikantong, warga tidak perlu beli wadah mahal karena program ini memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar, seperti ember bekas cat ukuran 25 liter yang disulap jadi tempat sampah terpilah.

Targetkan Tiap Kelurahan Punya RT Percontohan
Setelah sukses di internal kantor, program ini sekarang resmi dibawa ke tengah masyarakat di enam kelurahan wilayah Tanjung Redeb. Sebagai langkah awal, pihak kecamatan membagikan fasilitas wadah pemilahan dan menargetkan minimal satu RT percontohan di setiap kelurahan. Beberapa wilayah seperti Kelurahan Gayam dan Bedungun bahkan sudah siap gas pol menjalankan program ini.

Nantinya, sampah yang sudah dipilah dari rumah tidak bakal mubazir. Warga bisa langsung menyetorkannya ke Bank Sampah yang kini sudah aktif di hampir seluruh kelurahan. Selain bikin lingkungan bersih, sampah-sampah ini juga punya nilai ekonomis sekaligus memangkas volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Prinsipnya, setiap sampah harus punya nilai daur ulang. Harapan kita ke depan, sampah dapat terkelola sejak dari rumah tangga sehingga tidak ada lagi yang menumpuk di TPA,” pungkas Ahmad.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.