Kenalkan “Gema Teramisu”, DTPHP Berau Genjot Kampanye Pangan Bergizi untuk Pelajar

oleh -53 views
Gema Teramisu" (Gerakan Makan Telur, Daging, dan Minum Susu). Kegiatan sosialisasi ini dipusatkan di stan DTPHP dalam rangkaian Berau Expo 2026, Selasa (20/10/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau menggalakkan edukasi konsumsi pangan bergizi bagi anak sekolah melalui program bertajuk “Gema Teramisu” (Gerakan Makan Telur, Daging, dan Minum Susu). Kegiatan sosialisasi ini dipusatkan di stan DTPHP dalam rangkaian Berau Expo 2026, Selasa pagi (20/10/2026) .

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menyatakan bahwa program tersebut merupakan salah satu langkah intervensi gizi guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah. Melalui kegiatan ini, pihaknya berupaya menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak agar gemar mengonsumsi sumber protein hewani.

“Gema Teramisu merupakan gerakan yang digagas oleh DTPHP untuk mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting. Kami berharap ini menjadi momentum edukasi agar anak-anak terbiasa mengonsumsi telur, daging, dan minum susu,” kata Lita.

Menurutnya, pemilihan komoditas seperti telur dan susu didasarkan pada kandungan nutrisi tinggi yang esensial bagi tumbuh kembang anak, sekaligus ketersediaannya yang relatif mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Telur dan susu adalah sumber protein yang mudah didapat dan harganya relatif terjangkau. Kandungan nutrisinya berpengaruh langsung terhadap kesehatan, mendukung pertumbuhan fisik, serta membantu mengasah kecerdasan anak,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menyasar siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar dengan turut melibatkan para guru pendamping. Pelibatan tenaga pendidik ini dimaksudkan agar edukasi gizi dapat berkelanjutan dan diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami mengundang siswa kelas 1 dan 2, sekaligus berharap para guru yang hadir dapat meneruskan edukasi ini kepada seluruh siswa didik di sekolah, sehingga pemahaman tentang gizi seimbang dapat disebarluaskan,” ujar Lita.

Di sisi lain, Lita mengakui adanya penyesuaian pola pelaksanaan program pada tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran. Jika pada tahun-tahun sebelumnya sosialisasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi sekolah-sekolah sampel di berbagai kecamatan, tahun ini kegiatan dialihkan secara terpusat melalui ajang pameran.

Kendati demikian, pihak DTPHP tetap membuka peluang agar program penjangkauan langsung ke sekolah-sekolah dapat kembali berjalan optimal apabila kondisi keuangan daerah membaik di masa mendatang.

“Mudah-umputan tahun depan kondisi anggaran kembali membaik, sehingga kegiatan kunjungan langsung ke sekolah sampel di setiap kecamatan dapat kita jalankan kembali seperti sebelumnya,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.