Menangkap Jiwa Hutan, Cerita di Balik Lensa Venny Sartika, Juara 1 Lomba Fotografi Berau Expo 2026

oleh -17 views
Melalui bidikan Venny, praktik memanen madu tradisional yang jarang disaksikan oleh masyarakat perkotaan kini mendapat ruang untuk diapresiasi lebih luas. Foto tersebut menjadi pengingat kolektif bahwa di balik kekayaan alam Kabupaten Berau, tersimpan warisan budaya yang tak ternilai harganya. foto Veny Sartika , Juara 1 Lomba Fotografi Berau Expo 2026

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Bagi sebagian orang, fotografi mungkin sekadar seni membekukan momen. Namun di tangan Venny Sartika, sebuah bidikan kamera menjelma menjadi jendela hidup yang merekam harmoni antara manusia, tradisi, dan alam.

Karya visual inilah yang sukses memikat dewan juri dan mengantarkan Venny meraih podium tertinggi sebagai Juara Pertama Lomba Fotografi dalam rangkaian Berau Expo 2026, yang dihelat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau. Mengusung tema besar “SDM Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Lestari, Berau Sejahtera”, karya Venny diganjar nilai rata-rata 85,20.

Potret Tradisi di Jantung Rimba
Alih-alih membidik lanskap modern atau kemegahan kota, Venny memilih untuk menyorot kearifan lokal yang kerap luput dari perhatian khalayak ramai: aktivitas memanen madu secara tradisional oleh masyarakat Dayak di pedalaman Berau.

Dalam bingkai fotonya, terhampar kisah tentang pengetahuan leluhur yang diwariskan lintas generasi. Memanen madu bukan sekadar cara bertahan hidup atau mencari pemasukan, melainkan manifestasi cara hidup masyarakat adat yang senantiasa berdampingan secara selaras dengan alam.

Komposisi visual yang dihadirkan Venny berhasil berbicara lebih lantang daripada sekadar dokumentasi kegiatan harian. Foto tersebut merekam relasi erat antara manusia dan hutan, memperlihatkan bagaimana tradisi masa lalu tetap relevan dan menopang kehidupan di tengah arus modernisasi.

Kadis Kominfo Didi Rahmadi menyerahkan trophy kepada Veny Sartika. foto dok Kominfo Berau
Kekuatan Cerita di Balik Lensa
Kemenangan ini membuktikan bahwa karya foto yang kuat tidak selalu lahir dari objek yang megah atau penuh warna glamor. Terkadang, cerita paling mendalam justru terpancar dari aktivitas sederhana yang sarat akan makna filosofis dan kultural.

Melalui bidikan Venny, praktik memanen madu tradisional yang jarang disaksikan oleh masyarakat perkotaan kini mendapat ruang untuk diapresiasi lebih luas. Foto tersebut menjadi pengingat kolektif bahwa di balik kekayaan alam Kabupaten Berau, tersimpan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Pada akhirnya, Berau Expo 2026 bukan sekadar panggung perayaan atau catatan pembangunan fisik. Melalui mata lensa para kreator muda seperti Venny Sartika, ajang ini sukses merefleksikan identitas kultural dan denyut kehidupan masyarakat Berau—bahwa fotografi adalah tentang bagaimana sebuah cerita mampu hidup dan berbicara kepada siapa saja yang memandangnya.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.