PJU Sering Padam, Dishub Berau: Perbaikan Terkendala Garansi dan Sistem Elektronik

oleh -83 views
Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub Berau, Noorhasani.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Keluhan masyarakat terkait padamnya sejumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Berau mendapat respons serius dari Dinas Perhubungan (Dishub). Meski proses perbaikan tengah berjalan, petugas di lapangan menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan Dishub Berau, Noorhasani, mengungkapkan bahwa menangani PJU memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena sifat komponen elektroniknya yang tidak terduga.

Analogi “Permainan” dan Masalah Teknis
Noorhasani menggambarkan perbaikan PJU selayaknya sebuah tantangan yang tidak ada habisnya. Berbeda dengan perbaikan fisik bangunan, sistem kelistrikan lampu jalan sangat bergantung pada sinkronisasi antar titik.

“PJU ini seperti permainan. Misalnya ada titik A, B, C, dan D dengan merek yang sama. Bulan lalu kita perbaiki titik B karena mati. Begitu menyala, selang beberapa lama titik D yang sebelumnya normal malah ikut mati,” ujar Noorhasani, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa PJU sangat bergantung pada sistem elektronik dan pengaturan jarak jauh, sehingga penanganannya membutuhkan ketelitian ekstra.

Terkendala Aturan Garansi
Kendala utama lainnya, terutama pada PJU Tenaga Surya (TS), adalah masalah masa garansi yang rata-rata mencapai 5 tahun. Hal ini membuat Dishub tidak bisa melakukan pembongkaran secara sepihak.

“Kami tidak berani mengotak-atik sembarangan karena masih masa garansi. Kalau kami bongkar sendiri dan malah rusak, nanti pihak rekanan bisa klaim mereka tidak mau bertanggung jawab lagi,” jelasnya.


Skema Perbaikan dan Prioritas Wilayah

Saat ini, Dishub Berau membagi prioritas penanganan menjadi dua kategori utama:

1.PJU AC (Listrik PLN): Perbaikan dilakukan lebih cepat melalui anggaran pemeliharaan rutin internal.

2.PJU Tenaga Surya (TS): Perbaikan wajib melibatkan rekanan pemegang merek sebagai penyedia jasa.

“Kami minta masyarakat bersabar. Kami terus mendata dan melaporkan setiap keluhan yang masuk agar penerangan jalan di seluruh kecamatan bisa maksimal kembali,” pungkasnya.

(*/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.