Wagub Kaltim Tutup Bekudung Betiung 2026: Budaya Adalah Pilar Kemajuan Daerah

oleh -81 views
Wagub Seno Aji dalam penutupan Bekudung Betiung di Tumbit Dayak. foto Kominfo Berau

SAMBALIUNG – Rangkaian Festival Budaya Bekudung Betiung yang dipadukan dengan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 resmi ditutup Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Acara penutupan yang berpusat di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Selasa (30/6/2026) malam tersebut berlangsung meriah di hadapan ribuan pasang mata.

Agenda tahunan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya anggota DPRD Provinsi Kaltim Makmur HAPK, anggota DPRD Berau Feri Kombong dan Sutami, Camat Sambaliung Noor Alam, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, serta para tokoh adat setempat.

Selama sepekan penuh, panggung Bekudung Betiung sukses menyuguhkan berbagai atraksi seni, tari tradisional, hingga ritual adat sakral yang merepresentasikan kekayaan warisan masyarakat Dayak Ga’ai.

Asa dari Jantung Tumbit Dayak
Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menyampaikan apresiasi terdalamnya kepada Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Berau atas dukungan penuh mereka. Baginya, festival ini adalah benteng utama dalam melestarikan budaya Dayak Ga’ai sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.

Ahmad Jamlan berharap ajang ini bisa terus eksis setiap tahun meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.

“Kami juga berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan Kampung Tumbit Dayak terus ditingkatkan, terutama pada sektor infrastruktur, ekonomi masyarakat, dan fasilitas penunjang pariwisata lainnya,” harapnya.

Bidik Target Kharisma Event Nusantara (KEN)
Gayung bersambut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai Festival Bekudung Betiung kini telah naik kelas menjadi agenda budaya yang bernilai strategis bagi sektor pariwisata daerah. Pemkab Berau berkomitmen untuk terus mendorong festival ini agar masuk dalam kalender event pariwisata Provinsi Kaltim, bahkan diusulkan ke tingkat nasional.

“Festival ini bukan sekadar ruang seremonial untuk merawat tradisi, tetapi memiliki potensi ekonomi besar sebagai daya tarik wisata budaya luar daerah. Kami targetkan ini bisa menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf,” ungkap Gamalis optimis.

Budaya Sebagai Identitas Bangsa yang Besar
Dukungan serupa ditegaskan oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Ia mengapresiasi keteguhan masyarakat Tumbit Dayak yang tetap konsisten menjaga marwah adat di tengah gempuran era digital. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari karakter masyarakatnya yang bangga akan identitas budaya sendiri.

“Jika sebuah bangsa ingin menjadi bangsa yang besar, maka kuncinya adalah lestarikan adat dan budayanya. Apa yang diperlihatkan oleh masyarakat Tumbit Dayak malam ini adalah contoh nyata bagaimana tradisi tetap hidup berdampingan dengan kemajuan zaman,” tegas Seno Aji.

Lebih lanjut, Wagub juga mengetuk pintu kepedulian pihak swasta. Ia mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau untuk terlibat aktif mendukung pelestarian kebudayaan melalui program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR).

“Dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT, Festival Budaya Bekudung Betiung dan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 secara resmi saya nyatakan ditutup,” ucap Seno Aji, yang langsung disambut riuh tepuk tangan meriah dari seluruh masyarakat yang hadir.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.