Evaluasi Pasokan Ikan, UPTD TPI Sambaliung Libatkan Pelapak dan Nelayan

oleh -79 views
Gerakan Pasar Ikan Murah, Pangan Murah, dan Bazar UMKM yang dipadukan dengan senam sehat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung, Sabtu (7/11/2026), sukses menyedot antusiasme masyarakat. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS  — Pelaksanaan Gerakan Pasar Ikan Murah, Pangan Murah, dan Bazar UMKM yang dipadukan dengan senam sehat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambaliung, Sabtu (7/11/2026), sukses menyedot antusiasme masyarakat.

Kendati kunjungan warga tergolong ramai, ketersediaan pasokan ikan segar di lokasi acara justru mengalami kendala teknis akibat faktor cuaca dan penyesuaian jadwal melaut nelayan.

Kepala UPTD TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengungkapkan bahwa dari target 13 hingga 14 lapak nelayan yang biasa beroperasi, hanya 6 lapak yang dapat membuka usahanya selama kegiatan berlangsung.

“Tujuannya mengadakan senam bersama ini sangat baik untuk menarik pengunjung dan konsumen baru ke TPI Sambaliung. Pengunjung tadi lumayan banyak, namun kendalanya pasokan ikan yang masuk berkurang,” ujar Frederik.

Volume ikan segar yang tersedia pada pasar murah kali ini hanya berkisar antara 1,5 hingga 1,7 ton. Menurut Frederik, berkurangnya jumlah lapak yang buka dan volume pasokan terjadi karena sebagian besar nelayan belum kembali dari laut untuk membongkar hasil tangkapan.

“Imbauan sebenarnya sudah kami sampaikan sejak satu minggu lalu. Namun, kondisi di laut dan hasil tangkapan yang kurang maksimal membuat jadwal kedatangan nelayan bergeser. Sebagian besar baru dijadwalkan tiba dan membongkar ikan malam nanti,” jelasnya.

Menyikapi keterbatasan pasokan tersebut, pihak UPTD TPI Sambaliung merancang langkah evaluasi komprehensif agar pelaksanaan agenda serupa ke depannya berjalan lebih optimal.

Frederik menegaskan, pengelola TPI akan berkoordinasi erat dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) untuk merumuskan skema penjadwalan yang lebih presisi, mengingat aktivitas penangkapan sangat dipengaruhi oleh dinamika cuaca dan musim.

“Ke depan, kami bersama HNSI akan memanggil kembali para pelapak dan pengolah ikan untuk duduk bersama. Kita evaluasi bagaimana caranya agar kegiatan ini bisa lebih ramai dan pasokan ikan tetap melimpah. Tantangannya adalah dinamika musim laut yang membuat nelayan sulit memprediksi hasil tangkapan, tetapi ini akan terus kita carikan solusinya,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.