Raden Mas Anom Gelar Ketua DPRD Berau

oleh -1,579 views
Ketua DPRD Berau Madri Pani menerima gelar kebangsawanan dari Kesultanan Gunung Tabur. (dok Dimensinews)

MADRI PANI Ketua DPRD Berau Senin sore (6/6/2022) mendapatkan gelar kebangsawanan dari Sultan Chalifatulah Kaharuddin atau H Adji Bachrul Hadie di Kesultanan Gunung Tabur. Gelar yang disandangnya Raden Mas Anom, pemberian gelar ini atas dasar Madri merupakan sosok yang dinilai berjasa bagi pembangunan di Kabupaten Berau,
Seperti disebutkan Sultan Chalifatulah Kaharuddin bahwa yang menerima gelar dari Kesultanan Gunung Tabur adalah mereka yang berjasa atas kiprahnya di bumi batiwakkal , baik itu dibidang pemerintahan, pembangunan dan memperhatikan bidang seni dan kebudayaan.

Sosok Madri yang mengepalai jajaran legislatif di gedung jalan Gatot Subroto itu sangat pas dan layak, menurut pertimbangan kerabat Kesultanan. Berdasarkan catatan dimensinews, Madri sebelum menjadi anggota DPRD Berau , pernah menjabat sebagai kepala Kampung Gurimbang selama dua periode. Dengan segala prestasi penghargaan skala nasional sebagai kepala kampung teladan dari presiden Jokowi tahun 2015. Ini diterimanya atas kinerjanya membangun dengan menata kampung Gurimbang untuk lebih baik. Selama di DPRD, Madri juga pernah menerima penghargaan eksklusif dari Leadershif and Profesional Award (ILPA) tahun 2020 lalu.

Berbincang dengan dimensinews, dengan jujur mengungkapkan bahwa dirinya bangga mendapatkan gelar dari Kesultanan Gunung Tabur. “Sangat bangga , karena gelar ini menjadi amanah untuk saya secara pribadi. Gelar ini juga menjadi eveluasi bagi saya , bagai mana saya beretika yang baik,” katanya.

Dan membuat Madri termotivasi, pemberian gelar Raden Mas Anom ini. “ Saya ingin berbuat untuk kemajuan Banunta. Saya ketua DPRD harus berani berbicara kebenaran. Sesuai tugas dan fungsi saya, yakni kontrol pemerintah,” tegasnya.

Menurut Madri dalam kontrol pemerintah harus sesuai realita dan data, bisa memback up pembangunan. jangan sampai amanah di sia siakan. Semoga kami diberikan kekuatan, bisa menjalankan kegiatan, memberi saran dan menerima masukan. Kalau tidak kita siapa lagi yang bisa menjalankan.

Madri juga menyentil soal kearifan lokal di Kesultanan Gunung Tabur, agar tidak akan musnah dari masa ke masa. Dan agar generasi muda paham mengenai sejarah, seni dan kebudayaan daerah.
Saya juga memberikan masukan agar fihak ketiga atau perusahaan yang ada di daerah dapat memberikan support kepada Kesultanan. Agar bisa terus melaksanakan even even, agar kearifan lokal tidak terlupakan. (helda mildiana )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.