Gedung Baru RSUD Tanjung Redeb Siap Layani Pasien, Sumadi Desak Operasional Segera

oleh -1,020 views
Sumadi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong percepatan operasional gedung baru RSUD Tanjung Redeb yang berlokasi di Jalan Sultan Agung. Ia berharap fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan guna mengurai kepadatan pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau.

Hal ini disampaikan Sumadi menyusul masih adanya antrean panjang di RSUD Abdul Rivai, yang kerap membuat masyarakat kesulitan mendapatkan ruang perawatan. “Bangunan sudah berdiri, alat juga sudah mulai dipasang. Semoga segera difungsikan agar masyarakat tak perlu menunggu lama saat darurat,” ujarnya, Rabu (4/6/2025) kemarin.

Menurut informasi yang diterimanya, lantai satu gedung baru ini ditargetkan mulai digunakan untuk layanan UGD pada Juni ini, sementara lantai dua dan tiga akan menyusul untuk layanan rawat inap beberapa bulan ke depan.

Sumadi menegaskan bahwa kelengkapan alat kesehatan (alkes) harus menjadi prioritas. Bila ada kekurangan, ia mendorong pemenuhan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun berjalan.

“Saya melihat progresnya cukup signifikan. Terutama di lantai satu yang kini sudah dalam tahap pemasangan peralatan medis,” katanya.

Lebih lanjut, ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan medis di RSUD Berau. Salah satu sorotannya adalah keterbatasan dokter spesialis, yang menyebabkan pasien masih sering dirujuk ke rumah sakit di provinsi.

“Kita butuh diagnosa yang cepat dan akurat. Kalau harus dirujuk terus, masyarakat makin terbebani,” tegasnya.

Layanan cuci darah, tambahnya, juga seharusnya bisa disediakan di rumah sakit daerah. Dengan gedung baru dan ruang tambahan, hal ini menurutnya sangat mungkin untuk direalisasikan.

Isu pengelolaan limbah medis juga turut disorot menjelang operasional penuh gedung baru pada akhir tahun nanti. Sumadi mengingatkan bahwa aspek lingkungan harus dipikirkan sejak awal.

Dalam hal pelayanan BPJS, ia mengakui masih banyak keluhan warga. Terutama soal obat-obatan yang tidak tercover dan menyulitkan masyarakat kecil.

“BPJS ini sistem utama layanan kita, tapi kalau masyarakat tidak bisa dapat obat, itu jadi masalah serius. Harus ada komunikasi intensif antara Dinas Kesehatan dan pihak BPJS,” serunya.

Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD, Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, dan BPJS demi menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan menyeluruh bagi masyarakat Berau.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Mari kita pastikan tak ada lagi warga Berau yang kesulitan saat butuh pertolongan medis,” pungkasnya.

(adv/dprd25/si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.