Target Kerapu! Dinas Perikanan Genjot Budidaya KJA di Batu Putih dan Talisayan

oleh -218 views
Bimtek budidaya laut sistem Keramba Jaring Apung (KJA) oleh Dinas Perikanan di Talisayan. . Diskan Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Perikanan Kabupaten Berau serius menggarap potensi laut sebagai mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya laut sistem Keramba Jaring Apung (KJA), Dinas Perikanan mendorong warga Kampung Batu Putih dan Talisayan untuk mengalihkan fokus dari penangkapan ikan (destructive fishing) ke budidaya yang berkelanjutan.

Menurut Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan, Budiono, kepada Dimensinews pada Sabtu (15/11/2025), Bimtek ini bertujuan memberikan gambaran jelas terkait prospek dan potensi besar budidaya laut sistem KJA, dengan fokus komoditas unggulan yaitu kerapu.

Bimtek ) budidaya laut sistem Keramba Jaring Apung (KJA), Dinas Perikanan di Batu Putih. foto Diskan Berau


Alihkan Perhatian dari Destructive Fishing

Bimtek tersebut dilaksanakan secara berurutan; di Kampung Batu Putih pada Kamis (13/11/2025), dan dilanjutkan di Talisayan pada Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan masyarakat dari masing-masing kampung yang memiliki potensi produksi laut signifikan.
Budiono menjelaskan, upaya ini didasari oleh beberapa alasan strategis:
1. Mata Pencaharian Alternatif: Memberikan pilihan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
2. Mengurangi Tekanan: Sebagai diseminasi untuk mengurangi tekanan terhadap sumber daya ikan yang ada.
3. Pengalihan Kegiatan: Mengalihkan masyarakat dari kegiatan destructive fishing yang merusak ekosistem.
Narasumber yang mengisi Bimtek ini didatangkan dari lembaga-lembaga kredibel, termasuk BBAP (Balai Perikanan Budidaya Air Payau) Situbondo, Fakultas Perikanan dan Kelautan UNMUK, serta DKP Kaltim.

Kerapu Dipilih Karena Pasar Menjanjikan
Budiono menambahkan, baik Batu Putih maupun Talisayan memiliki potensi budidaya laut yang luas, sekitar 2.000 hektare, yang ideal untuk pengembangan kerapu, lobster, dan rumput laut.

Komoditas kerapu dipilih karena adanya potensi pasar yang kuat, waktu budidaya yang relatif singkat, dan harga jual yang relatif baik. Pemasaran kerapu ini pun terbilang unik dan menjanjikan, sebab dilakukan melalui perdagangan kapal Hongkong yang datang langsung secara periodik melalui perairan Batu Putih dan Maratua.

Untuk memastikan keberhasilan program ini, Dinas Perikanan juga menjalin kerja sama penyediaan benih dengan BBAP Situbondo. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada hasil tangkapan laut.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.