Dukung Pelatihan Anyaman Rotan di Segah, Sri Kumalasari Dorong Pengembangan Industri Furnitur dan Bantuan Alat Produksi

oleh -7 views
Hasil pelatihan anyaman rotan di Kecamatan Segah. foto dok

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sri Kumalasari, memberikan respon positif terhadap program pelatihan anyaman rotan yang diinisiasi oleh Dekranasda bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) di Kecamatan Segah, baru-baru ini.

Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Kecamatan Segah merupakan salah satu daerah penghasil rotan potensial di Bumi Batiwakkal. Dengan adanya pelatihan ini, warga diharapkan tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Peluang Pasar Kerajinan Etnik
Politisi perempuan dari Partai Golkar yang akrab disapa Mala ini menjelaskan, produk berbahan rotan memiliki nilai seni dan daya tarik tersendiri di pasar. Mulai dari keranjang hampers, parsel, hingga wadah hantaran, rotan selalu menjadi pilihan utama karena kesan eksklusifnya.

“Selain wadah hantaran, kreativitas rotan bisa dikembangkan menjadi tas etnik maupun souvenir unik. Kehadiran pelatih profesional langsung ke Kecamatan Segah tentu sangat membantu warga dalam mengasah kemampuan dan kreativitas mereka,” ujar Mala.

Ekspansi ke Industri Furnitur dan Rencana Pelatihan Lanjutan
Tak hanya sebatas kerajinan tangan kecil, Sri Kumalasari melihat adanya potensi besar bagi warga Segah untuk merambah ke industri furnitur berbahan rotan. Menurutnya, pasar furnitur seperti kursi, meja, hingga dekorasi interior berbahan rotan kini kembali diminati karena estetika dan ketahanannya.

“Jika kemampuan menganyam ini terus ditingkatkan, warga kita bisa memproduksi furnitur berkualitas tinggi. Ini adalah peluang besar untuk menjadikan produk lokal Berau bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelatihan susulan yang lebih spesifik. “Setelah mahir membuat anyaman dasar, warga perlu diajarkan teknik pembuatan produk yang lebih kompleks. Kami di DPRD akan terus mengawal agar program pelatihan berkelanjutan ini terus berjalan,” tegasnya.


Dorong Bantuan Alat Penunjang

Meski mengapresiasi langkah pemerintah, Mala mengingatkan agar pembinaan tidak berhenti pada tahap pelatihan saja. Ia menyoroti kendala utama warga saat ini, yaitu keterbatasan alat untuk mengolah bahan mentah rotan.

“Kami berharap Diskoperindag meninjau kembali kebutuhan alat penunjang bagi pengrajin. Jika masyarakat ingin menekuni bidang ini secara serius, ketersediaan alat produksi menjadi hal yang mutlak. Tanpa alat yang memadai, sulit bagi warga untuk memproduksi dalam skala besar dan kualitas yang konsisten,” tuturnya.

Segah Sebagai Sentra Kerajinan Rotan
Mala optimis, jika masyarakat didukung dengan fasilitas dan pendampingan yang tepat, Kecamatan Segah akan menjelma menjadi sentra penghasil kerajinan rotan utama di Kabupaten Berau. Hal ini diharapkan mampu memenuhi tingginya permintaan pasar, terutama saat hari besar keagamaan.

“Potensi pasarnya sangat menjanjikan, terutama untuk kebutuhan keranjang parsel yang selalu melonjak setiap Idul Fitri dan Natal. Jika produksinya konsisten, Segah akan menjadi penyuplai utama yang mampu meningkatkan taraf ekonomi warga dan menghidupkan UMKM berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.

(adv/dprd26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.