Tiga Jerat Klasik Hambat Pariwisata Berau: Infrastruktur, Biaya, dan Regulasi

oleh -858 views
DANAU Dua Rasa di Labuan Cermin Biduk Biduk. foto internet

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Sektor pariwisata Kabupaten Berau diakui belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, pemasukan daerah dari sektor ini masih sangat terbatas, didominasi oleh pergerakan di bidang restoran dan makan-minum.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya untuk membenahi berbagai kendala struktural yang selama ini menghambat potensi pariwisata Berau.

PAD Masih Bertumpu di Restoran dan Makan-Minum
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Abdul Madjid, menjelaskan bahwa pendapatan yang diterima pemerintah daerah dari pariwisata saat ini hanya berasal dari beberapa destinasi lokal yang menjadi belanja modal Pemkab, seperti Museum, Labuan Cermin, dan Air Panas Pemapak Bapinang di Kecamatan Biatan.

“Itu yang bisa kita pungut kalau itu adalah belanja modal kita. Tapi dalam memungutnya juga mau tidak mau kita harus kerja sama dengan pengelola di daerah tujuan wisata (DTW) masing-masing,” ungkapnya.

Madjid menyayangkan, DTW berbasis kepulauan, yang merupakan primadona Berau, seperti Maratua, belum bisa menyumbang banyak bagi PAD. Hal ini terkendala oleh kewenangan provinsi dalam pengelolaan pulau-pulau tersebut.

“Perda [Peraturan Daerah] sebenarnya sudah kita susun, cuma berkaitan dengan kewenangan ternyata Pulau Maratua dan sebagainya merupakan kewenangan pihak provinsi. Sehingga kita tidak bisa pungut,” jelasnya.

Oleh karena itu, fokus Pemkab saat ini adalah membuat event besar, seperti Maratua Musik Festival, yang diharapkan menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar. “Yang penting kita membangun perputaran ekonomi bagi masyarakat kita dulu, karena berbicara tentang pendapatan daerah memang masih kecil,” terangnya.

(adv/kom25/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.