Gubernur Kaltim Soroti Beratnya Tugas Guru di Era Digital, Tekankan Perlindungan dan Penghargaan Profesi

oleh -141 views
Rudy Mas'ud

SAMARINDA, DIMENSINEWS – Tantangan guru di era digital semakin kompleks. Di tengah budaya hedonis dan materialistis yang berkembang, pendidik kini dituntut menghadapi perubahan sosial, tekanan moral, hingga ekspektasi masyarakat yang kian tinggi—sementara apresiasi terhadap profesi guru belum sepenuhnya memadai.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat tugas guru semakin berat. Ia menyoroti tekanan yang dialami sejumlah guru, mulai dari persoalan material, sosial, mental, hingga kasus hukum yang kerap muncul dalam proses pendidikan.

“Sebagian guru mengalami tekanan material, sosial, bahkan mental, termasuk berurusan dengan aparat penegak hukum. Kondisi seperti ini harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan murid,” tegas Harum pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (25/11/2025).

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan amanat tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap profesi guru. Kementerian, kata Mu’ti, telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepolisian Republik Indonesia terkait penyelesaian damai (restorative justice) atas kasus yang melibatkan guru dengan murid, orang tua, maupun pihak lain dalam konteks tugas mendidik.

“Guru adalah agen pembelajaran dan agen peradaban,” tambah Mu’ti dalam amanatnya.

Menurutnya, guru mengemban tugas profetik: mencerdaskan, membangun nalar kritis, membersihkan hati, serta membentuk akhlak mulia. Peran itu semakin vital di tengah persoalan murid masa kini, mulai dari masalah akademik, sosial, moral, spiritual, kecanduan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, hingga disharmoni keluarga.

Karena itu, kehadiran guru sebagai teladan, mentor, motivator, hingga sahabat bagi murid sangat dibutuhkan, baik di dalam maupun di luar kelas.

Harum menuturkan, tugas mulia tersebut membutuhkan stamina intelektual, sosial, dan moral yang kuat. Ia mengajak para guru untuk memperkuat motivasi dan meneguhkan jati diri, sembari mengingatkan masyarakat agar memberikan penghargaan yang layak kepada pendidik.

“Jangan hanya menilai kinerja guru dari angka-angka atau menghakimi tanpa memahami konteks. Sesungguhnya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama ada pada orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan kepada guru untuk membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik. Perbaiki komunikasi, tingkatkan kerja sama, dan saling menghargai,” pesan Harum.(ADV/DISKOMINFO KALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.