Antisipasi Kebakaran Pemukiman Bantaran Sungai, BPBD Berau Ajukan Pengadaan Fire Boat

oleh -498 views
KEBAKARAN juga pernah di sepanjang pinggiran sungai jalan Milono terjadi pada 27 Januari 2025, menghanguskan 27 rumah. foto dok Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Tingginya angka kasus kebakaran di pemukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai di Kabupaten Berau mendaulat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengajukan kebutuhan mendesak akan armada air berupa fire boat atau kapal pemadam kebakaran.

Pelajaran dari Kasus Jalan Milono
Kebutuhan ini diperkuat oleh insiden yang baru terjadi pada Jumat pagi (awal tahun 2026), di mana api melahap dua bangunan di Jalan Milono, Kelurahan Gayam, yang diketahui berlokasi di pinggir sungai. Dalam kejadian tersebut, satu korban mengalami luka bakar. Meskipun pengerahan tim gabungan berjalan cepat—melibatkan 10 unit mobil pemadam darat serta water canon—lokasi permukiman di pinggir air seringkali menjadi kendala utama dalam akses pemadaman.

Sebelumnya Kebakaran dasyat yang menimpa warga Jalan Milono Rt 12 Kelurahan Gayam Tanjung Redeb, Senin (27/01/2025) menghabiskan 27 rumah dengan kisaran kerugian sekitar 5 milliar. Ini juga terjadi disepanjang pinggiran sungai , di jalan Milono.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat . foto Toni Arman Dimensinews.id

BPBD Belum Punya Armada Air
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa hingga saat ini BPBD belum memiliki unit fire boat untuk menunjang penanganan kebakaran melalui jalur perairan.

“Seringkali menjadi kendala saat terjadi kebakaran di wilayah pinggiran sungai. Armada air seperti fire boat, itu kita belum ada sama sekali. Hidran di wilayah perkotaan juga kita tidak punya,” ujar Nofian.

Menurutnya, kebutuhan akan armada air sangat krusial mengingat geografis Kabupaten Berau yang memiliki banyak pemukiman padat di sepanjang sungai, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.

“Masyarakat kita banyak yang tinggal di pinggir sungai. Rumah-rumah di bantaran sungai itu rawan kebakaran dan sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran darat,” jelasnya.

Data Kasus dan Kebutuhan Minimal
Nofian memaparkan data BPBD yang menunjukkan tingginya insiden kebakaran di Berau. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 54 kasus kebakaran, sementara pada tahun 2025 hingga saat ini telah mencapai 49 kasus.

Meskipun telah ada penambahan unit pada tahun sebelumnya, unit tersebut merupakan armada darat, bukan fire boat.

“Penambahan armada memang ada tiga unit di tahun 2024, tapi itu armada darat,” terangnya.

BPBD Berau menilai, sebagai tahap awal, setidaknya dibutuhkan minimal dua unit fire boat untuk menjangkau dua Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yang ada di wilayah tersebut.

“Kita punya dua DAS besar, yaitu DAS Kelay dan DAS Segah. Kalau tahap awal, dua fire boat cukuplah dulu, satu bisa fokus di kota dan satu lagi fokus di hilir,” tutur Nofian.

Kebutuhan pengadaan fire boat ini, lanjut Nofian, sebelumnya sudah disampaikan secara lisan kepada pemerintah daerah melalui koordinasi internal di Sekretariat Kabupaten Berau.

“Sudah saya sampaikan secara lisan ke Asisten I dan Asisten III. Tanggapannya, ini memang harus diperhatikan dan menjadi kebutuhan. Namun, kami juga harus menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” tutupnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.