Sinergi Pemkab-Kejari Kawal Pembangunan Berau

oleh -245 views
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari), Sabtu malam (28/3/2026) di hotel Mercure, Jalan Murjani II, Tanjung Redeb. Acara ini menjadi penanda resmi pergantian kepemimpinan dari Gusti Hamdani kepada Reopan Saragih. foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Estafet kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau resmi berganti dari Gusti Hamdani kepada Reopan Saragih. Pergantian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mengawal tantangan pembangunan ke depan.

Acara pisah sambut yang digelar di Hotel Mercure, Jalan Murjani II, Sabtu (28/3/2026) malam, dihadiri langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Bupati Gamalis, Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi, jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD.

Dalam sambutannya, Gusti Hamdani menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan semua pihak selama dirinya menjabat. Ia mengaku bangga bisa bertugas di Bumi Batiwakkal.

“Saya merasa menjadi salah seorang yang beruntung mendapatkan tugas di Kabupaten Berau. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujar Gusti.

Sementara itu, Kajari Berau yang baru, Reopan Saragih, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan menjalankan amanah dengan baik. Ia menegaskan komitmen Kejari dalam mengawal jalannya pembangunan di Kabupaten Berau.

“Kami siap mengawal bersama pelaksanaan pembangunan. Salah satu fokus kami adalah program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) untuk memastikan pengelolaan keuangan kampung berjalan tepat sasaran,” jelas Reopan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menekankan bahwa roda pemerintahan tidak bisa berjalan maksimal tanpa kemitraan yang kuat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan Forkopimda adalah kunci kelancaran pembangunan.

“Sebagai kepala daerah, saya tentu tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh kemitraan yang baik agar semua berjalan seiring dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Bupati.

Sri Juniarsih juga menaruh harapan besar pada program Jaga Desa. Ia mewajibkan seluruh kepala kampung untuk mengikuti program tersebut sebagai langkah preventif terhadap kesalahan administrasi atau hukum dalam pengelolaan anggaran.

“Saya tidak ingin ada kepala kampung yang terjerat masalah karena kelalaian administrasi. Program Jaga Desa menjadi hal mutlak untuk dilakukan,” tambahnya.

Di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini, Bupati berharap pendampingan dari Kejari dapat memastikan pembangunan tetap berjalan normal, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.