Tak Hanya Jalan Kota, PUPR Berau Prioritaskan Jalan Usaha Tani di Gunung Tabur

oleh -622 views
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian. Tahun ini, pembangunan tidak hanya terpusat pada aspal perkotaan, tetapi juga menyasar akses krusial di wilayah produktif, termasuk jalan usaha tani di Kecamatan Gunung Tabur.

Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, menyatakan bahwa peningkatan infrastruktur di kawasan penyangga dan kantong-kantong produksi menjadi salah satu fokus utama dalam tahun anggaran 2026.

“Tugas kami adalah memastikan pembangunan merata. Selain jalan protokol, kami juga memprioritaskan jalan usaha tani seperti di KM 16 Kampung Maluang. Ini penting agar mobilitas hasil bumi para petani kita lebih lancar,” ujar Bambang, baru baru ini.

Genjot Sektor Pertanian dan Pendidikan
Di Gunung Tabur, salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah jalan usaha tani di KM 16 Kampung Maluang dengan panjang sekitar 700 meter. Selain itu, pengerjaan Jalan Amir di wilayah yang sama juga dilakukan guna memperkuat jaringan transportasi lokal.

Tak kalah penting, PUPR juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk pembukaan jalan menuju Sekolah Rakyat (SR) di Sei Manuk, Gunung Tabur.

“Meski jaraknya hanya 200 meter, anggarannya cukup besar karena ini pembukaan jalan baru. Konstruksinya lebih berat dibandingkan sekadar pemeliharaan,” tambah Bambang.

n
Meski fokus pada kawasan produktif dan pendidikan di Gunung Tabur, PUPR tetap melanjutkan sejumlah proyek di titik lain:

Tanjung Redeb: Lanjutan Jalan Imjan–Antaritep (1,2 km) dan kawasan Singkuang (400 meter).

Gunung Panjang: Penanganan jalan di kawasan RT 01 sepanjang 300 meter.

Talisayan: Pembangunan jalan di RT 06 Kampung Eka Sapta.

Tahap Lelang Hampir Rampung
Bambang mengimbau masyarakat untuk bersabar karena saat ini seluruh paket pengerjaan sedang dalam proses tender. Ia memastikan transparansi proses ini bisa dipantau langsung oleh publik.

“Hampir semua paket tender sudah tayang di SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik). Begitu proses lelang selesai tanpa kendala, alat berat akan langsung turun ke lapangan agar masyarakat, terutama para petani, segera menikmati jalan yang layak,” pungkasnya.

Dengan perbaikan akses ini, diharapkan biaya logistik hasil tani dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan meningkat secara signifikan.

(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.