Camat Segah Ajak Perajin Masuk Ekosistem Digital dan Bentuk Kelompok Usaha

oleh -255 views
Camat Segah Toris menyematkan tanda peserta pelatihan anyaman rotan Kantor BKKBN Kecamatan Segah, Senin (20/4/2026). foto Kominfo Berau

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Camat Segah, Toris, menekankan pentingnya modernisasi strategi bagi para pelaku industri kreatif di wilayahnya. Ia mengimbau para perajin lokal untuk segera membentuk kelompok usaha kolektif dan memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran global.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Kerajinan Produk Anyaman Rotan di Kantor BKKBN Kecamatan Segah, Senin (20/4/2026). Dalam sambutannya, Toris mengapresiasi langkah Diskoperindag Berau dan Dekranasda yang telah memfasilitasi transfer ilmu dari instruktur asal Samarinda kepada warga lokal.


Strategi Peningkatan Daya Saing

Toris meyakini bahwa masyarakat suku Dayak di Segah secara turun-temurun telah memiliki keahlian dasar dalam mengolah rotan. Namun, pelatihan ini menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas estetika agar produk tersebut mampu menembus pasar internasional.

“Pelatihan ini bertujuan agar anyaman yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing, tidak hanya di level lokal tetapi juga nasional hingga mancanegara,” ujar Toris.

Beberapa poin utama yang ditekankan Camat Segah meliputi, digitalisasi pemasaran dengan memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk memperkenalkan produk ke khalayak luas. Serta membentuk kelompok usaha atau wadah resmi agar koordinasi produksi dan akses bantuan menjadi lebih mudah. terakhir Toris menyebutkan agar sinergi antar-kampung dengan mendorong kerja sama melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk menjaga stabilitas stok dan ketersediaan barang.

Harapan Dukungan Sektor Swasta dan Perbankan
Selain pengembangan skill, Toris juga menyoroti hambatan teknis yang sering dihadapi perajin, yakni keterbatasan alat produksi. Ia mengajak dunia usaha dan perbankan yang beroperasi di wilayah Segah untuk turut berkontribusi melalui bantuan alat pendukung.

“Kami berharap perusahaan dan perbankan bisa memfasilitasi penyediaan mesin pembelah rotan (split). Kehadiran teknologi ini sangat krusial untuk meningkatkan produktivitas perajin kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengadaan alat tersebut sejatinya bisa diakomodasi melalui dana kampung selama mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku. Toris berharap momentum pelatihan selama sepuluh hari ini menjadi titik balik kebangkitan ekonomi keluarga di Kecamatan Segah melalui industri kerajinan tangan.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.