Perkuat Pemasaran Produk Lokal, Diskoperindag Berau Targetkan Satu Galeri UMKM per Kecamatan

oleh -180 views
Bersama peserta pelatihan anyaman rotan, di Kantor BKKBN, Kecamatan Segah. foto Kominfo Berau

SEGAH, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) menargetkan ketersediaan minimal satu galeri UMKM di setiap kecamatan. Kehadiran galeri ini diproyeksikan menjadi pusat penampungan produk unggulan kampung guna memudahkan akses bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, membacakan pidato Ketua Dekranasda (Purn) Brigjen Pol (Edy Suswanto dalam pembukaan pelatihan kerajinan rotan di Kecamatan Segah, Senin (20/4/2026).

Potensi Bahan Baku dan Diferensiasi Produk
Eva menjelaskan bahwa pemilihan rotan sebagai tema pelatihan didasari atas melimpahnya potensi bahan baku di wilayah Segah. Ia berharap peran aktif pemerintah kecamatan, koperasi, dan BUMK dalam mengelola potensi ini agar menjadi daerah penyuplai kerajinan tangan utama.

“Meskipun bahan bakunya sama, kami berharap hasil produk antar-kampung memiliki karakteristik unik dan berbeda. Tujuannya agar produk lebih bervariasi, menarik minat wisatawan, dan tidak terjadi persaingan tidak sehat, melainkan saling mendukung,” jelas Eva yang juga menjabat Ketua Harian Dekranasda Berau.


Menuju Pasar Global via Digitalisasi

Dalam kesempatan tersebut, Eva mengungkapkan adanya peluang kerja sama dengan platform digital global. Rencananya, akan dilakukan pertemuan strategis untuk membahas potensi ekspor kerajinan rotan Berau ke pasar luar negeri.

“Peluang bagi pelaku UMKM sangat terbuka lebar. Ini adalah bidang yang sangat potensial untuk meningkatkan ekonomi keluarga jika ditekuni dengan serius,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan sepuluh hari ini, Diskoperindag menetapkan beberapa langkah pendampingan:

1.Monitoring Berkelanjutan: Evaluasi pasca-pelatihan untuk memetakan aspek yang perlu dibenahi dan ditambahkan.

2.Pembentukan Kelompok: Mewajibkan perajin membentuk kelompok (minimal 5-10 orang) guna mempermudah akses bantuan legalitas, fasilitasi, dan pendampingan pemerintah.

3.Sinergi CSR: Mengajak sektor perbankan dan perusahaan swasta untuk mengalokasikan dana CSR dalam penguatan modal atau alat produksi bagi kelompok usaha baru.

“Manfaatkan momen sepuluh hari ini untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari narasumber. Kami ingin muncul wirausaha baru di Segah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional,” pungkasnya.

(wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.