El Nino Mengancam, Disdamkarmat Berau Petakan Wilayah Rawan Karhutla

oleh -44 views
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau memperingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman fenomena El Nino. Siklus panas ekstrem ini diprediksi memicu risiko tinggi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan panjang di Bumi Batiwakkal.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan kepada Dimensinews bahwa siklus panas kali ini diperkirakan mampu bertahan hingga delapan bulan. Kondisi ini tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga memicu krisis air di sektor pertanian dan perikanan.


Pemetaan Wilayah Zona Merah

Berdasarkan data yang dihimpun Disdamkarmat, beberapa kecamatan masuk dalam kategori rawan tinggi Karhutla dan kekeringan lahan, di antaranya : Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Kecamatan Tabalar.

“Wilayah tersebut rawan kebakaran lahan serta kekeringan pada sektor pertanian dan perikanan. Sementara di area perkotaan, ancaman kebakaran pemukiman menjadi fokus utama kami,” jelas Nofian kepada Dimensinews baru-baru ini.

Nofian mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan dampak El Nino mengingat potensi kerugian masif yang bisa ditimbulkan. Ia mengajak warga untuk lebih disiplin dalam melakukan tindakan pencegahan mandiri guna menekan risiko bencana.

Langkah antisipasi yang disarankan agar menghindari membiarkan api tanpa pengawasan saat membakar sampah, membuka lahan tanpa membakar dengan mengutamakan metode pembersihan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kemudian memastikan ketersediaan serapan air dan stok air yang cukup di lingkungan masing-masing.


Kesiapan Armada dan Personel

Disdamkarmat memastikan seluruh armada dan personel dalam kondisi siaga tempur. Strategi pemadaman akan dimaksimalkan melalui kolaborasi erat bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan di setiap wilayah.

Nofian juga menjelaskan pembagian tugas lintas instansi, BPBD berfokus pada sisi sosialisasi dan edukasi, sementara Disdamkarmat memegang kendali penuh atas eksekusi pemadaman di lapangan serta pengelolaan posko-posko teknis di tingkat kecamatan.

“Masyarakat harus berhati-hati. Fokus kita sekarang adalah mitigasi dini agar dampak El Nino bisa kita tekan seminimal mungkin,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.