Dukung Hilirisasi Pesisir, DPMK Dorong Modernisasi Minyak Kelapa Jernih di Giring-Giring

oleh -13 views
Minyak kepala produksi Kampung Giring Giring . foto dok

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) terus mematangkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi produk unggulan daerah. Salah satu langkah konkret yang kini tengah berjalan adalah modernisasi produksi minyak kelapa tradisional di kawasan pesisir, tepatnya di Kampung Giring-Giring, Kecamatan Biduk-Biduk.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengungkapkan bahwa potensi produksi minyak kelapa di wilayah pesisir sebenarnya sudah berlangsung lama dan diwariskan secara turun-temurun. Sayangnya, selama bertahun-tahun proses pengolahan komoditas tersebut masih terjebak pada metode tradisional yang sederhana.

Melihat celah tersebut, DPMK menjalin kolaborasi dengan program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan). Lewat sinergi ini, para perajin minyak kelapa di Kampung Giring-Giring mulai diajak bermigrasi menggunakan sentuhan teknologi mesin modern.

“Minyak kelapa yang didampingi program SIGAP dan DPMK ini sekarang sudah menggunakan mesin filter dan teknologi evaporasi. Hasil akhirnya pun berubah drastis; tidak lagi berwarna kuning pekat, melainkan jernih seperti minyak goreng kelapa komersial bermerek di pasaran, serta bebas dari bau tengik yang biasanya menempel pada olahan tradisional,” ujar Tenteram

Tenteram tidak memungkiri bahwa minyak kelapa murni memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi di bandingkan minyak sawit maupun minyak olahan tradisional biasa. Meski begitu, ia mengaku sangat optimis produk ini akan terserap dengan baik oleh pasar. Keyakinan tersebut didasari oleh tren gaya hidup sehat yang kian digandrungi masyarakat saat ini.

“Kami sangat optimis karena produk ini punya pangsa pasarnya sendiri. Apalagi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat belakangan ini. Untuk legalitasnya, saat ini minyak kelapa dari Kampung Giring-Giring tersebut juga sedang dalam proses finalisasi penerbitan izin edar dari BPOM,” tambahnya.

Saat ini, Kampung Giring-Giring memang baru menjadi salah satu proyek percontohan yang mendapatkan fasilitas bantuan alat dari program SIGAP. Namun ke depan, DPMK menargetkan intervensi teknologi serupa bisa merata ke wilayah pesisir Berau lainnya yang kaya akan potensi kelapa, seperti Pulau Maratua, Teluk Sumbang, dan sekitarnya.

Tenteram menegaskan bahwa program hilirisasi komoditas unggulan daerah—baik kelapa, kakao, hingga jagung—tidak akan bisa berjalan optimal jika hanya bertumpu pada satu pihak. Diperlukan kerja keras dan sinergi lintas sektor demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat kampung.

“Tentu target kami semua wilayah potensial bisa tersentuh. Namun, pendampingan produk ini bukan hanya tugas DPMK dan SIGAP saja. Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk bersinergi dengan instansi lain seperti Diskoperindag, bahkan pihak swasta, untuk bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi kampung,” pungkasnya.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.