Disdik Berau Matangkan Kurikulum Mulok Bahasa Banua, Targetkan Masuk Jenjang SD dan SMP

oleh -35 views
Kepala Disdik Berau, Maradiatul Idalisah

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau terus mengakselerasi penerapan bahasa daerah sebagai mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok). Langkah ini merupakan upaya strategis pemerintah daerah dalam melestarikan kekayaan budaya lokal melalui jalur pendidikan formal.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengungkapkan bahwa kurikulum Mulok tersebut saat ini telah memasuki tahap uji publik. Proses ini menjadi syarat krusial sebelum materi tersebut resmi diajarkan di kelas.

“Jika tahap uji publik ini selesai, maka kurikulum tersebut segera kita tetapkan untuk menjadi muatan lokal di sekolah,” ujar Mardiatul baru baru ini.


Perluasan Jenjang dan Adaptasi Kurikulum 2027

Penerapan Mulok ini rencananya tidak hanya menyasar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetapi juga akan diimplementasikan pada tingkat Sekolah Dasar (SD) di 13 kecamatan se-Kabupaten Berau.

Mardiatul menjelaskan, urgensi penyusunan Mulok Bahasa Banua ini juga berkaitan dengan perubahan status mata pelajaran Bahasa Inggris pada tahun 2027 mendatang.

“Saat ini Bahasa Inggris masih berstatus muatan lokal di tingkat SD. Namun, pada 2027, Bahasa Inggris akan berubah menjadi mata pelajaran wajib atau reguler. Karena itu, posisi Mulok harus kita isi dengan bahasa daerah (Bahasa Banua),” jelasnya.

Empat Pilar Materi dan Kesiapan Pengajar

Kurikulum baru ini tidak hanya fokus pada tata bahasa. Mardiatul membeberkan ada empat elemen utama yang akan dipelajari siswa, yakni bahasa, budaya dan Sejarah, kuliner serta seni tradisional.

Terkait kesiapan tenaga pendidik, Disdik akan memberdayakan guru yang sudah ada, khususnya bagi mereka yang memahami Bahasa Banua atau guru yang memerlukan tambahan jam mengajar untuk memenuhi syarat sertifikasi.

“Kami akan memanfaatkan tenaga pengajar yang ada di sekolah, seperti guru seni atau Bahasa Indonesia. Paling tidak, setiap sekolah memiliki satu guru yang berkompeten untuk mengampu mata pelajaran ini,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.