Menuju Berau Bebas TBC 2030: Saatnya Deteksi Dini Tanpa Stigma

oleh -26 views
seminar kesehatan bertajuk "SATU TB – Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis" di Ruang RPJPD Bapelitbang, Selasa (28/4/2026). foto Prokopim

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah tegas dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC). Melalui Seminar Kesehatan “SATU TB” (Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis ) digelar di Ruang RPJPD Bapelitbang, Selasa (28/4/2026), Pemkab Berau menegaskan bahwa target eliminasi TBC tahun 2030 hanya bisa dicapai jika masyarakat berani melakukan deteksi dini tanpa rasa takut akan stigma.

Kegiatan yang dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, dan organisasi perempuan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan, asalkan ditemukan sejak dini dan diobati secara tuntas.

Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan

Ketua PPTI Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menekankan pentingnya peran anak muda dan kader kesehatan dalam melakukan active case finding atau penemuan kasus secara langsung di lapangan. Menurutnya, hambatan terbesar dalam pengobatan TBC bukanlah ketersediaan obat, melainkan stigma sosial.

“Jangan takut memeriksakan diri. Stigma bahwa TBC adalah penyakit yang memalukan harus kita hapus bersama. Kita butuh keterlibatan mahasiswa dan pelajar untuk menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat bahwa TBC bisa sembuh total dengan pengobatan yang disiplin,” ujar Sri Aslinda.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah proteksi dini. Pola hidup sehat seperti tidak merokok, rutin berolahraga, dan menggunakan masker saat sakit adalah benteng utama yang harus diperkuat.

Misi menuju Indonesia Bebas TBC 2030 juga menuntut peran aktif dunia usaha. Perusahaan-perusahaan di Berau didorong untuk memastikan kesehatan karyawannya melalui pemeriksaan rutin yang berkualitas. Sinergi ini dianggap krusial karena sektor swasta memegang peran besar dalam menjaga produktivitas tenaga kerja dari ancaman penyakit menular.

Pesan Bupati: Waspada Sejak dari Rumah

Senada dengan hal tersebut, Bupati Berau dalam arahannya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah. Pencegahan TBC harus dimulai dari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan. Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan. Dengan sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita optimis Kabupaten Berau mampu mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030,” pungkas Bupati.

Melalui momentum Hari Tuberkulosis Sedunia ini, Pemkab Berau berharap komitmen “SATU TB” tidak hanya menjadi semboyan, tetapi menjadi gerakan nyata di setiap kampung demi mewujudkan Berau yang sehat dan bebas dari TBC.

(adv/pem26/pro/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.