BMKG Berau: Waspada Suhu Panas dan Potensi Karhutla Jelang Musim Kemarau

oleh -616 views
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi.

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Berau memprediksi wilayah Berau akan segera memasuki musim kemarau. Peralihan cuaca ini diprakirakan terjadi secara bertahap mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa awal kemarau di setiap kecamatan akan berbeda-beda berdasarkan perhitungan dasarian (rentang waktu sepuluh hari).


Jadwal Prediksi Awal Kemarau di Berau:

Juni Dasarian II: Tabalar, Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk.

Juni Dasarian III: Maratua, sebagian Pulau Derawan, dan sebagian Sambaliung.

Juli Dasarian II: Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Pulau Derawan.

Agustus Dasarian I: Sebagian kecil wilayah Kelay.

“Sementara itu, wilayah Segah dan Kelay secara umum diprediksi tidak memiliki musim kemarau yang jelas atau masuk kategori musim hujan sepanjang tahun,” ungkap Ade.


Imbauan Menghadapi Suhu Panas

Mengingat suhu udara yang mulai meningkat selama masa pancaroba ini, BMKG memberikan beberapa panduan bagi masyarakat guna menjaga kesehatan:

1.Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi kegiatan di bawah terik matahari langsung pada siang hari.

2.Gunakan Pelindung: Gunakan tabir surya (sunscreen) atau pelindung diri (payung/topi) saat harus beraktivitas di luar.

3.Hemat Air: Bagi warga di daerah tadah hujan, disarankan mulai menampung air sebagai cadangan pasokan.


Larangan Pembakaran Lahan

Selain faktor suhu, BMKG menyoroti risiko tinggi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ade menegaskan agar masyarakat tidak menggunakan cara membakar dalam mengelola lahan.

“Tidak dibenarkan melakukan pembakaran saat membuka lahan, kebun, maupun membakar sampah. Hal ini akan memperparah suhu lingkungan, memicu polusi udara, dan risiko kebakaran yang tidak terkendali,” tegasnya.

BMKG meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem selama masa transisi ini.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.