Wabup Berau Pertanyakan Realisasi Kereta Api Trans Kalimantan

oleh -662 views
Wakil Bupati Berau Gamalis

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan seharusnya sudah memasuki fase implementasi. Mengingat gagasan strategis ini telah digulirkan sejak lama, ia berharap proyek tersebut tidak lagi berkutat pada tataran kajian semata.

Gamalis menjelaskan bahwa ambisi besar ini sudah dirintis sejak masa kepemimpinan Gubernur Kaltim periode sebelumnya, Awang Faroek Ishak. Sebagai langkah nyata kala itu, pemerintah telah mengirimkan putra-putri terbaik Kalimantan Timur ke Moskow, Rusia, untuk mendalami spesialisasi perkeretaapian.

“Anak-anak kita sudah banyak yang menempuh pendidikan di Rusia khusus untuk belajar perkeretaapian. Saya sendiri hadir di Moskow saat itu untuk memastikan kesiapan mereka,” ujar Gamalis.

Kala itu, lanjut Gamalis, pemerintah telah memberikan sinyal kesiapan yang matang, mulai dari elemen teknis hingga fasilitas penunjang. Namun, ia menyadari adanya dinamika investasi yang mungkin menjadi faktor penentu progres di lapangan.

“Mungkin ada pertimbangan dari pihak investor terkait aspek profitabilitas. Namun secara prinsip, kita harus tetap optimis sembari bersikap realistis,” ungkapnya.

Gamalis juga menyoroti perbandingan dengan proyek serupa di Sulawesi yang kini telah beroperasi, meski skalanya belum semasif jaringan kereta api di Pulau Jawa. Baginya, pernyataan pemerintah pusat yang menyebut Trans Kalimantan masih dalam tahap kajian memicu skeptisisme publik.

“Seharusnya bukan lagi bicara kajian, tapi sudah pada tahap perwujudan. Kajian komprehensif semestinya sudah tuntas saat proses mediasi dengan pihak Rusia dilakukan dahulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika memang diperlukan peninjauan ulang, maka proses tersebut harus dilakukan secara terukur dan cepat. Hal ini penting agar rencana besar ini tidak hanya menjadi sekadar janji yang memberikan harapan tanpa kepastian bagi masyarakat Kalimantan Timur.

“Silakan jika memang harus ada kajian tambahan, namun kita berharap hasilnya memberikan kepastian konkret, bukan sekadar janji manis bagi masyarakat,” tutupnya.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.