DPRD Berau Minta Penguatan Kompetensi Guru PAUD

oleh -541 views
Frans Lewi

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik dalam mendukung optimalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Berau. Meski angka partisipasi menunjukkan tren positif, kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajar dianggap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan prasekolah.

Berdasarkan data tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Berau telah mencapai 96,84 persen. Namun, Frans menilai capaian tersebut belum sepenuhnya tuntas karena masih ada anak usia dini yang belum mendapatkan layanan pendidikan.

“Angka tersebut adalah progres, tetapi belum menjadi garis finis. Kita harus memastikan tidak ada satu pun anak di Berau yang terlewatkan dari layanan pendidikan prasekolah, karena di sinilah karakter awal mereka dibentuk,” tegas Frans, akhir pekan tadi.

Politisi ini menyoroti masih banyaknya guru PAUD di Bumi Batiwakkal yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal Diploma IV atau Strata 1 (S1). Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan langkah strategis seperti penyediaan beasiswa lanjutan dan pelatihan kompetensi yang berkelanjutan.

“Kualitas output pendidikan sangat bergantung pada kualitas pengajarnya. Kita tidak bisa mengharapkan fondasi karakter anak yang kokoh jika dukungan terhadap kapasitas gurunya masih minim. Penguatan guru adalah investasi jangka panjang,” imbuhnya.

Selain masalah SDM, Frans juga menyoroti ketimpangan jumlah antara lembaga PAUD negeri dan swasta. Dari total 242 satuan prasekolah di Berau, hanya 15 Taman Kanak-Kanak (TK) yang berstatus negeri, sementara sisanya dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau swasta.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan atensi yang adil bagi lembaga swasta, mengingat peran mereka yang sangat dominan dalam menopang pendidikan di daerah.

“Faktanya, sektor swasta adalah tulang punggung PAUD di Berau. Oleh karena itu, jangan sampai ada kesenjangan perhatian. Baik negeri maupun swasta harus mendapatkan dukungan yang setara, mulai dari sarana prasarana hingga bantuan operasional,” paparnya.

Di akhir pernyataannya, Frans mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman dan kampung, untuk mengubah paradigma terhadap pentingnya sekolah sejak usia dini.

“Masa usia dini adalah golden age atau periode emas tumbuh kembang anak. Kita harus masif memberikan edukasi kepada orang tua bahwa PAUD bukan sekadar tempat bermain, melainkan persiapan krusial menuju jenjang pendidikan dasar,” tutupnya.

(adv/dprd26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.