Wabup Berau Soroti Buruknya Pelayanan Maskapai Penerbangan

oleh -255 views
Wabup Gamalis

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas pelayanan maskapai penerbangan yang melayani rute menuju Kabupaten Berau. Ketidakpastian jadwal serta maraknya pembatalan penerbangan dinilai merugikan masyarakat dan mengancam stabilitas ekonomi daerah.

Kekecewaan tersebut muncul setelah Gamalis merasakan langsung dampak buruknya manajemen maskapai saat menempuh perjalanan menggunakan Sriwijaya Air beberapa waktu lalu. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar masalah ketidaknyamanan individu, melainkan hambatan serius bagi mobilitas publik.

“Saya berbicara sebagai warga yang merasakan langsung dampak dari ketidakpastian jadwal ini. Kondisi ini sangat merugikan, apalagi bagi masyarakat yang memiliki urusan mendesak dan sangat bergantung pada ketepatan waktu transportasi udara,” tegas Gamalis, Sabtu (9/5/2026).

Gamalis menekankan bahwa akses transportasi adalah kunci utama dalam pengembangan sektor pariwisata. Jika persoalan harga tiket yang tinggi serta pelayanan yang buruk terus berlanjut, maka ambisi daerah untuk memajukan destinasi unggulan Berau akan terhambat.

“Konektivitas udara adalah urat nadi pariwisata. Jika aksesibilitas sulit dan penuh ketidakpastian karena sering terjadi penundaan hingga pembatalan, maka segala upaya promosi wisata yang kita lakukan akan sulit membuahkan hasil maksimal,” jelasnya.

Situasi transportasi udara di Bumi Batiwakkal kian pelik menyusul berhentinya operasional maskapai AirAsia dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menyebabkan pilihan maskapai semakin terbatas, ditambah lagi dengan fluktuasi harga tiket akibat kenaikan harga avtur yang membebani masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berencana memanggil jajaran manajemen maskapai untuk melakukan koordinasi mendalam. Gamalis menilai perlu adanya sinkronisasi antara kepentingan bisnis maskapai dengan tanggung jawab pelayanan kepada publik.

“Kita menyadari ada perbedaan orientasi; pemerintah fokus pada pelayanan masyarakat, sementara maskapai pada aspek bisnis. Namun, keduanya harus berada dalam satu frekuensi demi kepentingan masyarakat luas. Kita harus duduk satu meja untuk menemukan solusi bersama,” pungkasnya.

Pemkab Berau berharap pihak maskapai dapat segera melakukan pembenahan internal dan memberikan kepastian jadwal demi mendukung kelancaran arus transportasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

(adv/pem26/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.