DPRD Berau: Fokus Infrastruktur Dasar, Tunda Estetika Kota

oleh -260 views
Fokus dialihkan dari proyek memperindah kota menuju pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah pedalaman. foto Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Gideon Andris, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengevaluasi skala prioritas pembangunan dalam APBD. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, politisi dari Dapil IV ini meminta agar fokus dialihkan dari proyek memperindah kota menuju pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah pedalaman.

Gideon menegaskan bahwa konsep mempercantik kawasan perkotaan sebaiknya dihentikan sementara. Menurutnya, anggaran tersebut jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur di kecamatan yang masih minim fasilitas.

“Bukannya pembangunan di kota tidak penting, tapi kalau konsepnya hanya memperindah, mungkin kita stop dulu. Kita fokus ke infrastruktur dasar di kecamatan, terutama Kelay dan Segah yang sangat membutuhkan perhatian,” jelas Gideon.

Sorotan untuk Kelay dan Segah
Meski beberapa wilayah di Dapil IV seperti Tabalar mulai menunjukkan kemajuan sebagai kampung mandiri, Gideon menilai wilayah Kelay masih jauh tertinggal. Ia menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera dibenahi:

1.Akses Pendidikan: Peningkatan fasilitas sekolah dan sarana penunjang belajar.

2.Infrastruktur Jalan: Mempermudah mobilitas warga antar kampung.

3.Jaringan Internet: Mengatasi kesenjangan informasi di era digital.

Kesenjangan Digital di Pedalaman

Secara khusus, Gideon menekankan pentingnya ketersediaan jaringan internet. Baginya, ketiadaan akses informasi di pedalaman dapat menghambat perkembangan wawasan masyarakat dan daya saing daerah.

“Walaupun sekarang ada efisiensi, jika bicara masalah pemerataan, saya minta itu sangat diprioritaskan. Jangan sampai daerah yang sudah terjangkau terus ditambah, sementara di sana infrastruktur dasar masih sangat minim,” pungkasnya.

(adv/dprd26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.