Atasi Masalah Sampah, Pemkab Berau Jajaki Teknologi Konversi Plastik Jadi BBM

oleh -5 views
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. foto Helda Mildiana Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau terus berupaya mencari solusi inovatif untuk menekan volume sampah yang kian meningkat. Terbaru, DLHK berencana menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengonversi limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) setara solar.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis.

“Kami sudah melakukan audiensi dengan BRIN. Mereka memiliki teknologi untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak sejenis solar. Fokus kami adalah memastikan sampah tidak terbuang percuma, tetapi memiliki hasil akhir yang bermanfaat,” ungkap Zulkifli.

TPST Maratua Jadi Tulang Punggung Kawasan Wisata

Selain inovasi konversi plastik, Zulkifli menyoroti progres pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Pulau Maratua yang diinisiasi oleh Kementerian PUPR. Fasilitas berskala besar ini diproyeksikan menjadi pusat pengelolaan kebersihan di destinasi wisata unggulan tersebut.

Fasilitas di Maratua mencakup, area pemilahan dan penampungan limbah, sistem pemusnahan sampah sesuai standar lingkungan, kantor operasional bagi petugas.

“Fasilitas tersebut sudah sangat memadai dan sesuai standar. Kami optimis kehadiran TPST ini mampu menuntaskan persoalan sampah di Maratua,” tambahnya.

Alasan Pilih Insinerator Ketimbang PLTSa

Menanggapi wacana Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), Zulkifli memaparkan alasan realistis mengapa Pemkab Berau belum mengambil opsi tersebut. Faktor utamanya adalah ketersediaan bahan baku.

Syarat operasional PLTSa memerlukan minimal 1.000 ton sampah per hari, sedangkan produksi sampah di Tanjung Redeb saat ini baru mencapai 80 hingga 100 ton per hari. Sebagai alternatif yang lebih memungkinkan, DLHK memilih fokus pada:

* Penggunaan insinerator legal dengan emisi rendah.
* Pengembangan teknologi konversi plastik menjadi minyak.

Di tengah tantangan anggaran, DLHK tetap memprioritaskan pemeliharaan kebersihan di area perkotaan dan objek wisata. Zulkifli mengajak masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dalam mengelola sampah rumah tangga.

Ia berharap warga mulai aktif menyediakan tempat sampah mandiri dan mendukung sistem penjemputan sampah yang terorganisir di lingkungan masing-masing, guna membantu pemerintah mewujudkan Berau yang lebih bersih.

(hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.