Tata Kelola Sampah Pulau, Berau Gandeng WWF Lewat Program Plastic Smart Island

oleh -219 views
Pengelolaan sampah terpadu di wilayah kepulauan melalui kegiatan Plastic Smart Island Regional Learning Exchange yang dibuka oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, di Tanjung Redeb, Senin (11/5/2026). foto Toni Arman Dimensinews.id

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Pemkab Berau bersama WWF Indonesia mendorong pengelolaan sampah terpadu di wilayah kepulauan melalui kegiatan Plastic Smart Island Regional Learning Exchange yang dibuka oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, di Tanjung Redeb, Senin (11/5/2026).

Program ini bertujuan mengatasi krisis sampah plastik di wilayah pesisir dan pulau kecil dengan pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi regional. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari empat negara: Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Penguatan Sistem TPS 3R
Dalam sambutannya, Wabup Gamalis menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya pengendalian sampah plastik melalui sistem Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

“Salah satu upaya mengendalikan sampah plastik kami lakukan lewat program 3R di Pulau Derawan. Kami harap ini jadi solusi penanggulangan sampah sekaligus meningkatkan estetika Derawan sebagai destinasi wisata,” ujar Gamalis.

Ia mengapresiasi WWF Indonesia dan seluruh mitra yang berkontribusi. “Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, terutama WWF dan para partner,” katanya.

Gamalis memaparkan data timbunan sampah di Berau pada tahun 2024 yang mencapai 54.000 ton. Dari jumlah tersebut: 67,67% sudah terkelola dan 32,33% belum terkelola.

Komposisi sampah, terutama plastik, terus meningkat dan berpotensi mencemari tanah, air, laut, hingga udara. Pemda telah mendorong pengurangan dan penanganan sampah melalui penguatan sistem pengelolaan persampahan terpadu.

Langkah tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh pemerintah daerah untuk melaksanakan Gerakan Indonesia Asri: aman, sehat, resik, dan indah.

“Presiden menyampaikan hampir seluruh TPA di Indonesia diprediksi kelebihan kapasitas pada 2028. Karena itu diperlukan langkah konkret bagi daerah pariwisata seperti Berau,” tegas Gamalis. Ia berharap model TPS 3R ini menjadi solusi berkelanjutan yang bisa direplikasi di pulau-pulau lain di Indonesia.

Responsible Marine Tourism Manager WWF Indonesia, Ratih Permita, mengatakan kehadiran peserta mencerminkan komitmen bersama mengatasi polusi plastik laut, khususnya di wilayah pesisir, pulau kecil, dan kawasan Segitiga Karang.

“Lewat inisiatif Plastic Smart Island, WWF dan mitra mendukung solusi praktis dan berkelanjutan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendorong kebijakan di berbagai tingkatan,” jelas Ratih.

Ia menambahkan bahwa Pulau Derawan sebagai destinasi wisata menghadapi tantangan dampak pariwisata, termasuk penumpukan sampah yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Dukungan semua pihak sangat penting sebagai fondasi untuk memperkuat dan melanjutkan upaya ini.

(adv/pem26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.