Hendratno: Akademi Kampung SIGAP Perkuat Tata Kelola dan Kemandirian Desa

oleh -69 views
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Berau, Hendratno, dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026). foto Prokopim

YOGYAKARTA, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau terus memantapkan langkah dalam memperkuat kemandirian kampung melalui pendekatan inovatif. Hal ini disampaikan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Berau, Hendratno, dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Dalam forum berskala regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tersebut, Hendratno menegaskan bahwa kunci utama pembangunan daerah dimulai dari penguatan tata kelola di tingkat akar rumput. Salah satu instrumen vital yang dimiliki Berau saat ini adalah Akademi Kampung SIGAP (AKS).

Hendratno menjelaskan bahwa AKS bukan sekadar program pelatihan teknis biasa. Baginya, AKS merupakan ruang transformasi bagi aparatur dan warga kampung untuk mengelola potensi daerahnya secara mandiri dan berkelanjutan.

“AKS menjadi salah satu contoh konkret bagaimana proses pembelajaran sosial dapat berlangsung secara partisipatif. Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang belajar bersama yang mempertemukan gagasan dan praktik baik antar-kampung,” ujar Hendratno.

Ia menambahkan, melalui AKS, pemerintah kampung didorong untuk lebih adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. Tujuannya jelas: membangun sistem pemerintahan desa yang kolaboratif dan berorientasi pada masa depan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam.

Keberhasilan Berau melalui inisiatif “SIGAP Sejahtera” yang telah menjangkau seluruh kampung sejak 2018, menjadi referensi penting dalam acara bertema “Simpul Hijau Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa atau Kampung” tersebut.

Pendekatan ini dinilai berhasil memberikan kepastian hak akses kelola sumber daya alam bagi masyarakat, termasuk melalui skema perhutanan sosial yang tetap mengedepankan aspek perlindungan hutan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Berau yang mengintegrasikan pendampingan desa dengan perencanaan sumber daya alam yang matang.

Senada dengan hal itu, Hendratno berharap semangat kolaborasi ini terus terjaga. “Harapan kita bersama, pola pembelajaran melalui AKS ini dapat melahirkan kemandirian ekonomi kampung yang kuat di seluruh wilayah Kabupaten Berau,” tutupnya.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Bulungan, Kutai Timur, Mahakam Ulu, serta jajaran mitra pembangunan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan berbagai lembaga swadaya masyarakat lainnya.wnf/hel)

(adv/pem26/wnf/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.