Transformasi Tambang ke Hilirisasi Sawit, Subroto Optimis PAD Berau Bakal Melejit

oleh -78 views
Subroto

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, menekankan pentingnya pergeseran fokus ekonomi daerah dari sektor pertambangan ke sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Langkah ini dinilai mendesak mengingat tren pendapatan dari batu bara yang selama ini menjadi penopang utama mulai menunjukkan penurunan.

Subroto meminta Pemerintah Kabupaten Berau untuk bergerak cepat dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal sebagai motor penggerak ekonomi masa depan.

Fokus pada Hilirisasi CPO

Dalam pandangannya, kunci utama kemandirian ekonomi Berau terletak pada hilirisasi Crude Palm Oil (CPO). Subroto menilai daerah tidak boleh lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, melainkan harus mulai memproduksi produk turunan siap pakai.

“Pemerintah daerah perlu menggali potensi di sektor lain, terutama perkebunan sawit. Konsep yang paling tepat ke depan adalah hilirisasi CPO di dalam daerah,” ujar Subroto.

Untuk merealisasikan transformasi tersebut, Subroto menyarankan pemerintah segera menetapkan zona industri khusus pengolahan kelapa sawit. Kehadiran industri pengolahan ini diyakini tidak hanya akan mendongkrak PAD, tetapi juga menciptakan lapangan kerja secara masif bagi masyarakat lokal.

“Dengan hilirisasi CPO di Berau, pendapatan asli daerah akan meningkat signifikan dan penyerapan tenaga kerja pun akan terjadi dalam skala besar,” ungkapnya.

Melalui transformasi dari sektor tambang ke hilirisasi perkebunan, Pemerintah Kabupaten Berau diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan mandiri. Subroto meyakini bahwa ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan harus segera dikurangi dengan memperkuat industri pengolahan berbasis potensi lokal.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi Bumi Batiwakkal dalam jangka panjang, sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga meski era pertambangan mulai memudar.

(adv/dprd26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.