Gempa M 7,7 Mindanao, Berau Status Waspada Tsunami

oleh -55 views

TANJUNG REDEB, DIMENSINEWS – Gempabumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa dangkal tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, dengan status ancaman Siaga hingga Waspada.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan berdasarkan analisis pemutakhiran, episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman hiposenter 47 kilometer.


“With memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” ujar Wijayanto.

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki pergerakan naik (thrust fault). Guncangan dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia dengan skala intensitas yang bervariasi.

Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, berikut adalah pemetaan wilayah yang terdampak potensi tsunami:

Status Siaga:
Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Status Waspada:
Berau, Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, dan Kota Bontang.

Imbauan Penting BMKG untuk Wilayah Waspada (Termasuk Berau):
Masyarakat diminta untuk menjauhi area pantai serta tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang pinggir pantai dan tepian sungai. Sementara untuk wilayah berstatus Siaga, warga diharapkan segera melakukan evakuasi mandiri menuju tempat yang lebih tinggi.

BMKG terus melakukan pemantauan ketat pasca-gempa utama. Hingga pukul 07.00 WIB, hasil monitoring menunjukkan telah terjadi satu aktivitas gempabumi susulan dengan kekuatan yang cukup signifikan, yakni magnitudo terbesar M 6,7.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan untuk selalu memantau informasi resmi mengenai perkembangan situasi ini hanya melalui kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.