Tepian Sambaliung Jadi “Katalis” Kebangkitan Budaya Gotong Royong Berau

oleh -621 views
Gotong royong di tepian Sambaliung . foto Toni Arman Dimensinews.id

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Kawasan ikonik Tepian Sambaliung mendadak riuh oleh ratusan warga, mahasiswa, hingga pejabat daerah yang bahu-membahu membersihkan lingkungan, Jumat (19/6/2026). Aksi gotong royong massal dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 ini diplot menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali budaya bersih-bersih yang mulai mengendur di tingkat kampung.

Penunjukan Kelurahan Sambaliung sebagai pusat gerakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Berau bukan tanpa alasan. Wilayah ini diproyeksikan menjadi percontohan bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Berau dalam menerjemahkan instruksi pusat terkait pelestarian lingkungan.

Camat Sambaliung, Noor Alam, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan memiliki korelasi langsung dengan indeks kebahagiaan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, ruang publik yang asri adalah hak mendasar warga yang harus dijaga bersama.

“Dengan lingkungan yang bersih dan rapi, diharapkan masyarakat kita bisa lebih sehat dan lebih bahagia lagi. Kita ingin masyarakat benar-benar bisa menikmati lingkungan yang asri sebagaimana mestinya,” ujar Noor Alam.

Sinergi Lintas Sektor di Garis Pantai Sambaliung
Aksi nyata ini tidak hanya melibatkan jajaran birokrasi, tetapi juga menyatukan berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Berau Gamalis, Asisten I dan II Setda Berau, Staf Ahli, perwakilan Kesultanan Sambaliung, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok mahasiswa, hingga komunitas pencinta alam.

Noor Alam menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya antusiasme seluruh pihak yang terlibat. Ia mengingatkan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut konkret dari Surat Edaran Bupati Berau dan Instruksi Presiden RI terkait kebersihan lingkungan.

Namun, ia menekankan agar gerakan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan belaka.

“Gotong royong ini merupakan budaya asli kita yang sangat diperlukan dan perlu terus kita lestarikan. Harapan kita, kegiatan hari ini bisa menjalar dan rutin dilakukan oleh kampung-kampung lain, khususnya di wilayah Kecamatan Sambaliung,” pungkasnya.

(ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.