Pemkab Berau Bidik Dana Pusat dan Investor demi Lengkapi Sarpras TPI Tanjung Batu

oleh -369 views
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu. foto dok

TANJUNG BATU, DIMENSINEWS – Pemerintah Kabupaten Berau terus berkomitmen untuk mendorong kemajuan sektor perikanan daerah. Salah satu fokus utama saat ini adalah memodernisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu yang dinilai memiliki potensi strategis namun masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) utama.

Tiga fasilitas vital yang menjadi target pemenuhan tersebut meliputi pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), dan cold storage (gudang pendingin).

Kepala UPT TPI Sambaliung dan TPI Tanjung Batu, Fredrik Sibulo, mengakui bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini menjadi tantangan utama. Guna menyiasati hal tersebut, pemerintah daerah bergerak cepat dengan membidik dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, serta membuka pintu bagi sektor swasta.

“Tiga fasilitas ini adalah penghubung utama agar nelayan bisa beroperasi secara optimal. Karena anggaran kita masih sangat terbatas, kemungkinan besar kita akan meminta bantuan ke pusat atau provinsi,” ujar Fredrik.


Urgensi BBM dan Es Balok bagi Nelayan

Menurut Fredrik, keberadaan SPBN dan pabrik es merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Kedua komponen ini ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam operasional nelayan. BBM merupakan modal utama agar nelayan bisa melaut, sedangkan es balok berfungsi krusial menjaga kesegaran dan kualitas komoditas tangkapan.

“Ada BBM tapi tidak ada es, ikannya bisa rusak dan turun nilainya,” tambah Fredrik menekankan pentingnya rantai pasok yang dingin (cold chain management).

Jika ketiga sarpras utama ini berhasil dilengkapi, dampaknya diyakini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan kerja para nelayan lokal, melainkan juga menjaga stabilitas harga jual hasil laut di pasaran agar tidak anjlok saat musim panen tiba.


Buka Karpet Merah untuk Investor

Selain mengandalkan jalur birokrasi ke pemerintah pusat, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau juga mengambil langkah progresif dengan membuka peluang kemitraan bagi para investor.

Saat ini, sudah ada beberapa investor yang melirik potensi perikanan di Tanjung Batu dan berada dalam tahap penjajakan awal.

“Ada beberapa investor yang coba mau masuk ke kita. Ada yang berencana membangun SPBN dan mudah-mudahan itu bisa terealisasi. Selain itu, ada juga investor yang mau kita gandeng untuk pembangunan pabrik es,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak UPT belum menetapkan target waktu yang kaku terkait realisasi fisik proyek tersebut. Pemerintah daerah memilih untuk berhati-hati dan memastikan perhitungan ekonomi di lapangan benar-benar matang.

“Kalau target spesifik belum ada, artinya kita penjajakan dulu dengan teman-teman investor. Nanti kita akan hitung dan lihat bagaimana kalkulasi atau economic equation (persamaan ekonomi)-nya,” jelas Fredrik.

Melalui sinergi yang kuat antara ketersediaan BBM yang stabil, alat tangkap yang memadai, performa mesin kapal yang prima, serta dukungan sistem pendingin yang mumpuni, Pemkab Berau optimistis sektor perikanan di Tanjung Batu akan bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang mandiri dan menyejahterakan masyarakat pesisir.

(Adv/kom26/ton/hel))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.