Transformasi Digital Keuangan Optimalkan Pendapatan Daerah

oleh -11 views
Direktur Utama Bankaltimtara, Romy Wijayanto, foto Toni Arman Dimensinews.id

SAMBALIUNG, DIMENSINEWS – Langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam menerapkan sistem transaksi keuangan digital membuahkan hasil konkret. Lewat sinergi solid bersama Bank Kaltimtara, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi mengalami lonjakan signifikan.

Direktur Utama Bankaltimtara, Romy Wijayanto, memaparkan bahwa berdasarkan data aggregator layanan, realisasi penerimaan pajak daerah di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif yang konsisten. Keberhasilan ini disampaikan dalam High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Berau.

Secara akumulatif, total penerimaan pajak Kabupaten Berau selama empat tahun terakhir menyentuh angka Rp245,7 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate) sebesar 41,48%.


Tren Kenaikan Pajak Daerah

Penerapan sistem pembayaran elektronik memberikan kemudahan akses bagi wajib pajak sekaligus meminimalkan kebocoran anggaran. Performa positif ini terlihat dari catatan realisasi pajak daerah yang terus merangkak naik setiap tahunnya.

Pada tahun 2022, penerimaan pajak daerah tercatat sebesar Rp23,7 miliar. Angka ini kemudian meningkat menjadi Rp37,3 miliar pada 2023, melonjak tajam ke angka Rp89,4 sandi pada 2024, dan berhasil mencapai Rp95,3 miliar pada penutupan tahun 2025.

Pertumbuhan Signifikan Sektor Retribusi
Sektor retribusi daerah juga menunjukkan grafik yang tidak kalah impresif sejak digitalisasi diterapkan. Penerimaan retribusi yang awalnya berada di angka Rp2,6 miliar pada tahun 2023, berhasil naik menjadi Rp6,3 miliar pada 2024, dan terus melejit hingga menyentuh Rp8,3 miiliar di tahun 2025. Laju pertumbuhan untuk sektor retribusi ini mencatatkan persentase kenaikan yang tinggi, yakni sebesar 47,49%.

Peningkatan angka-angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital transaksi penerimaan daerah tidak hanya memperluas kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar terhadap optimalisasi pendapatan daerah secara keseluruhan.

Mewujudkan Tata Kelola Transparan
Romy menegaskan bahwa implementasi TP2DD bukan sekadar pemenuhan program formalitas di atas kertas. Langkah ini merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Sebagai mitra strategis, Bank Kaltimtara menyatakan kesiapannya mendukung penuh dokumen rencana aksi TPAKD periode 2026-2030. Fokus utama ke depan meliputi optimalisasi implementasi SP2D online yang terintegrasi langsung dengan sistem Kemendagri, serta perluasan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) demi mendukung modernisasi sistem keuangan di Kabupaten Berau.

Menurut Romy, ruang kolaborasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah masih sangat terbuka lebar. Pihaknya berkomitmen penuh untuk terus berjalan beriringan bersama Pemkab Berau demi memajukan kualitas digitalisasi transaksi keuangan daerah di masa depan.

(adv/kom26/ton/hel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.